Terbaru

Kata Langit

Dan langit berkata
“Jangan sedih sebab di atas ku masih ada aku. Jika kau tak bisa menggapaiku maka lebih berusahalah untuk menggapai yang ada di atas ku. Dengan doa dan sabar sebagai kekuatanmu”

B-kasi, 101014

Satu Jalan…

menara bandara

Jalan mana pun akan selalu aku tempuh, untuk bisa menuju[H]….

Berkali-kali aku terjatuh

Berkali-kali aku menuju[H]

Tetap saja aku dan [K]amu tak pernah jauh

Baca kelanjutan halaman ini »

Secangkir Kopi dan Puisi

10003349_10202005013223263_725948709_n

Disimpannya rahasia hidup pada selimut malam
Dalam naungan keheningan, kita berbincang
Begitu saja rindu, diam-diam kita sandarkan
Apa yang tak terucap lewat bibir, kita tuang
Menjadi secangkir kopi dan sebait puisi
Kita tatah sedikit demi sedikit jiwa kita dalam kenangan
Agar kelak kita saling terkenang
Tentang beranda sepertiga malam, mega-mega, bulan dan bintang
Juga tentang rasa semerbak, menyuarakan hati
Perlahan, bunga mawar mekar kembali
Begitu pula Cinta diantara terkoyak badai.

Salam….

Cileungsi, 120314/23.50′

Hati…

10426628_10202514471879411_4842283857106776653_n

Setap jejak yang tertinggal selalu mengandung makna tersendiri, entah itu kata entah itu butiran pasir yang diterbang angin atau entah itu debur ombak yang sia-sia kita peluk….

Benarkah harga sebuah hati itu terlalu mahal untuk kaum minoritas? Bukankah samudra itu luas? Berlayarlah…berlayarlah hingga kau temukan tepian yang semestinya tepi. Memberi arti buatlah sepi itu berarti, bukan sepi yang mati. Bukankah semua tak ada yang abadi? Tak berarti kaum minoritas tak berhati. Dan, aku ingin mengerti tentang sepi ini. Sepi yang selalu membawaku pada sebuah makna, kelak layar yang selalu kita pintal lewat doa akan terkembang bersama masa yang tak henti berganti. Dan pada satu hari, sebuah jawab menjadi sabda bahwa sepi itu bukan lagi sendiri.

 

B-kasi, 041014//14.00′

Secangkir Kehidupan

563755_10201431048874513_235503559_n

Hidup seperti secangkir kopi. Kadang pahit kadang manis, tinggal bagaimana cara kita menyeduhnya dan bagaimana cara kita menikmatinya. Itulah yang dinamakan sebuah pilihan……

Dan aku telah memilih, Tuhan Semesta Alam. Penyeduh secangkir kehidupan yang semestinya aku dalam rasa menikmati pahit manisnya perjalanan.

B-kasi, 100914//20.14′

Kuncup…

10336702_10202417248168879_3020897773531033232_n

Saat kuncup hendak memekar, yang ia butuhkan adalah Cinta

Saat kuncup segera menggembang, yang ia berikan adalah ketulusan

Saat kuncup tak lagi sanggup menahan gejolak kelopak, yang ia tanamkan adalah kesabaran

Karena ia tak tahu pasti, kapan ia menguncup kapan ia memekar dan kapan ia akan kembali berjatuhan. Semua dalam takdir Tuhan

Dan begitulah Cinta….

Larasati!
B-kasi, 050914//19.10′

Kata dan Rasa

1920319_10202076192722706_1985559596_n

Aku memang egois. Dulu saat aku terpuruk dalam berjuta juta masalah, aku selalu menemuimu. Mencarimu bahkan menunggumu hanya untuk berkeluh kesah padamu.

Mungkin, kamu bosan denganku atau sedikit enggan atau apalah istilahnya tapi yang jelas aku tetap mencarimu dan selalu kamu ada walau hanya dalam diam.

Beberapa tahun berlalu, kabar yang kita punya berlalu tanpa ada kata dan rasa lagi. Menggalir begitu saja hingga setahun berlalu, aku tidak dalam keterpurukkan juga tidak dalam kebahagiaan berlimpah. Aku merasa datar datar saja. Hingga tanpa sadar aku melupakamu. Bahkan aku tak mengucapkan lebaran kemarin padamu lewat sms, karena, yang aku ingat kamu tak terlalu suka dengan ucapan selamat lebaran. Entah kenapa aku sedikit kurang paham dengan alasanmu.

Hanya saja dalam hati, aku ingin sms untuk menanyakan tentang istri mu yang sedang mengandung anakmu. Tapi selalu ada saja alasan yang entah lupa, pulsa habis, lowbatt, sudah terlalu malam dll. Sampai tadi pagi, aku menerima sms darimu.
Untung saja, balasan sms yang masih aku tulis segera kuurungkan niat untuk kukirim karena aku membaca sms kelanjutanmu yang memberi kabar tentang kepergian orang yang kamu cintai.

Tak banyak kata, sekedar ucapan bela sungkawa yang terdalam dari lubuk hatiku juga doa untuk ketabahan dan kekuatanmu menghadapi kematian orang tercintamu. Semoga Allah memberikan tempat terindah untuk bidadarimu.

Maafkan aku yang telah jauh dan hanya doa yang bisa aku berikan.

Teruntuk sahabat ku Musyaka, memang benar tak pernah ada yang abadi di dunia ini. Kita milik NYA dan kelak kita akan kembali pada NYA. Kita hanya perlu menunggu waktunya. Dan begitulah cara Tuhan mencintai kita. Aku yakin, kamu kuat.

Salam Larasati.

B-kasi, 200814

RANGTALU

catatan ringan

boemipoetra

In A Time Of Universal Deceit, Telling The Truth Is A Revolutionary Act

Embun Pagi Bee

Menanti embun disenja hari

Langkah-Langkah Cantik

Belajar Untuk Melangkah dan Melangkah Untuk Belajar

Lazione Budy

'Saoirse' is not a word, it's angel

blognoerhikmat

lihat dengan kata.baca dengan hati

Potret Bikers.com

Segala sesuatu tentang Otomotif, Photography, gadget, kuliner, dan tempat wisata.

Kusnadi Arraihan

Halaman Jiwa

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 304 pengikut lainnya.