Terbaru

Trip to Filipina 5

24 November 2019. Hari terakhir di Filipina. Seperti biasa, di tiap perpisahan pasti ada kesedihan.

Walau beberapa hari disana dan sudah mengunjungi beberapa tempat tetap saja saya merasa belum kemana-mana selama disana. Masih banyak tempat yang belum terjangkau.

Baca kelanjutan halaman ini »

Trip To Filipina 4

*Selamat datang di ruang narsis ini. Siapkan mental dan kantung plastik hahaha*

Hari ke-4, 231119, juga tidak banyak foto yang saya ambil. Lagi-lagi setiap saya melangkahkan kaki menyusuri Manila, saya benar-benar menikmatinya.

Lalu lalang orang yang tak bisa terhitung jumlahnya. Antrian foto di satu objek yang membuat saya enggan untuk turut mengantri. Kemacetan lalu lintas yang menurut saya rapi dan teratur. Tidak ada suara klakson bersahutan. Tidak ada saling menyela dan maki-maki. Dan untuk sebuah kesabaran ketika saya hendak menyebrangi jalanan. Benar-benar harus menunggu lampu merah menyala. Barulah saya bisa menyebrang. Dan saya pribadi, lebih memilih menyebrang menunggu beberapa orang untuk menyebrang juga.

Hidup memang perlu penuh kesabaran bukan? Dan kesabaran akan selalu membuahkan sesuatu yang luar biasa. Sesuatu yang tak pernah kita duga-duga. Cukup jalani, syukuri dan nikmati. Tak semudah itu, tapi pada akhirnya setelah kita melewati fase itu maka yang ada hanya sebuah senyuman. “Alhamdulillah. Jadi seperti ini…”

Baca kelanjutan halaman ini »

Trip To Filipina 3

Tadaaaaaa….masih edisi narsis di Filipina versi saya haha. Yang lain umpetin ajah. Rindu itu berat jadi biarkan saya narsis xixixixi dan jangan lupa kantong kresek plus tisu πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

Hari ke-3, 221119 di Filipina. Lagi-lagi tidak banyak foto yang saya ambil. Bahkan edisi narsis pun tidak sebanyak hari pertama dan kedua. Saya lebih banyak menikmati perjalanan kali ini.

*Saya tidak akan membicarakan tentang kegiatan inti selama disana jadi skip saja untuk cerita yang ini, cukup lihat aja narsis nya hahaha* πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

Baca kelanjutan halaman ini »

Trip to Filipina (2)

Filipina!! 211119. Hari ini hari kedua saya berada di negara bermata uang peso ini.

Hari pertama. Tepatnya 201119. Saya berangkat dari Jakarta dengan penerbangan Philippine Airlines pukul 00.20′ dini hari. Menempuh perjalanan sekitar 5 jam. Dan mendarat disana pukul 5 pagi waktu sana. Waktu Jakarta – Filipina terpaut 1 jam lebih cepat disana.

Begitu sampai, langsung menuju hotel Best Western La Corona. Setelah menaruh koper di lobby dan ber-chichat sebentar untuk menitipkan koper dan tentengan lain-lainnya. Lalu pihak receptionist ok, tanpa mandi, saya memutuskan untuk pergi jalan-jalan ke kota Manila di sekitaran hotel saja. Karena kebetulan jam check in kamar hotel nya sekitar jam 2 siang waktu sana.

Tapi sebelum pergi,

Baca kelanjutan halaman ini »

Muse Of Life “To Be Yourself”

Sampai detik ini, saya belum juga menemukan apa yang sebenarnya saya cari. Bahkan saya sering tidak tahu apa yang sebenarnya saya cari. Terjebak pada ambigu sendiri.

Mungkin, saya terlalu banyak menuntut? Atau

Baca kelanjutan halaman ini »

Trip to Filipina ( 1 )

“EDISI NARSIS”

–perhatian: postingan ini mengandung content bahaya, sebelum membaca siapkan kantong kresek dan tisu–

Filipina!! Saya tak pernah bermimpi untuk bisa pergi ke negara ini. Tapi kini, i’m say “Alhamdulillah….” Karena saya telah menjejakkan jejak kaki dan mengurai mimpi disini.

Perjalanan kali ini penuh pelajaran, perenungan, penghayatan “ceileehhh” dan ungkapan rasa syukur yang luar biasa.

Tidak bisa diuraikan dengan kata-kata panjang. Cukup dipandang saja foto-foto yang kupajang hahaha #gubraaaakkkk

Baca kelanjutan halaman ini »

Sentral Park

Numpang narsis di mall highclass. Secara saya gak mungkin lagi kesini haha disamping lokasinya lumayan jauh juga tempat tongkrongan orang-orang berduit. Tapi buat yang pengen punya suami orang keturunan china, mungkin disini kesempatannya banyak. Karena rata-rata pengunjung mall ini orang dengan wajah China dan makanannya pun kebanyakan makanan luar. Chinesse food, Korean food, Japan food dan juga Taiwan food.

Kalau saya cuman numpang narsis ajah haha karena banyak tempat keren buat dijadiin spot foto. Maklum karena bukan model jadi yah asal-asalan ajah yang penting narsis xixixixixi 😍😍😍😍

Siapkan kantong kresek yah barangkali ada yang mau muntah lihat penampakan saya πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹

“POHON KORMA”

Ada kata-kata bijak kuno yang mengatakan bahwa:

“Orang benar dan tangguh akan bertunas seperti pohon korma”

Pohon korma lazim dijumpai di Timur Tengah.
Dengan kondisi tanah yang kering, gersang, tandus dan kerap dihantam badai gurun yg dahsyat, hanya pohon korma yang bisa bertahan hidup.
Tak berlebihan kalau pohon korma di anggap sebagai pohon yang tahan banting.

Kekuatan pohon korma ada di akar-akarnya.
Petani di Timur Tengah menanam biji korma ke dalam lubang pasir lalu ditutup dengan batu.

Mengapa biji itu harus ditutup batu..?

Ternyata, batu tersebut memaksa pohon korma berjuang untuk tumbuh ke atas.
Justru karena pertumbuhan batang mengalami hambatan, hal tersebut membuat pertumbuhan akar ke dalam tanah menjadi maksimal.
Setelah akarnya menjadi kuat, barulah biji pohon korma itu bertumbuh ke atas, bahkan bisa menggulingkan batu yang menekan diatasnya.

“Ditekan dari atas, supaya bisa mengakar kuat ke bawah.”

Baca kelanjutan halaman ini »

Jepret Kota Cirebon…

Nitip jepretan tanpa editing dan tanpa caption. Antara hotel dan kasepuhan, ada jarak terbentang dan jejak tertinggal ✌️😍

Baca kelanjutan halaman ini »

16 September 2018 / 6 Muharram 1440 H

MATERI 155 JILID 5

*Baiat Aqabah Kedua*

Sahabat fillahku, satu tahun berikutnya, jumlah jama’ah haji dari Yatsrib lebih banyak, termasuk dalam rombongan itu tujuh puluh lima muslim. Dua diantaranya kaum perempuan. Saat itu tahun 622 Masehi, tiga belas tahun sudah Rasulullah Shalallahu β€˜alaihi wasallam berdakwah dengan lemah lembut, mengalah terhadap segala siksaan, serta menanggung semua kesakitan dengan kesabaran dan pengorbanan.

Tidak selamanya Allah mengajarkan umat-NYA untuk terus mengalah. Suatu saat pukulan harus dibalas pukulan, serangan pun harus dibalas serangan. Dengan tujuan inilah Rasulullah Shalallahu β€˜alaihi wasallam mengadakan pertemuan dengan ketujuh puluh lima Muslim itu.

Mereka bersepakat bertemu tengah malam di bukit Aqabah pada hari-hari tasyriq. Hari Tasyriq adalah tiga hari berturut-turut setelah hari Raya Qurban (Idhul Adha).

Kali ini mereka tidak bertemu bertemu dikaki bukit, tetapi di puncaknya. Semua orang mendaki lereng-lereng Aqabah yang curam, termasuk kedua Muslimah tersebut. Saat itu, Rasulullah Shalallahu β€˜alaihi wasallam disertai pamannya, Abbas bin Abdul Muthalib. Abbas menyadari bahwa pertemuan ini dapat berakibat perang terhadap orang yang memusuhi keponakannya.

“Saudara-saudara dari Khazraj,” demikian Abbas berkata, “posisi Muhammad ditengah-tengah kami sudah diketahui bersama. Kami dan mereka yang sepaham dengannya telah melindunginya dari gangguan masyarakat kami sendiri. Dia adalah orang yang terhormat di kalangan masyarakatnya dan mempunyai kekuatan di negerinya sendiri.

Baca kelanjutan halaman ini »

blog belalang cerewet

berbagi inspirasi, menguatkan harapan

ardiantoyugo.com

Berita Motor Terbaru

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia dan Lainnya

Omnduut

Melangkahkan kaki ke mana angin mengarahkan

RANGTALU

sebelum semua hilang dari ingatan

Embun Pagi Bee

Menanti embun disenja hari

Lazione Budy

'Saoirse' is not a word, it's angel