Terbaru

Sentral Park

Numpang narsis di mall highclass. Secara saya gak mungkin lagi kesini haha disamping lokasinya lumayan jauh juga tempat tongkrongan orang-orang berduit. Tapi buat yang pengen punya suami orang keturunan china, mungkin disini kesempatannya banyak. Karena rata-rata pengunjung mall ini orang dengan wajah China dan makanannya pun kebanyakan makanan luar. Chinesse food, Korean food, Japan food dan juga Taiwan food.

Kalau saya cuman numpang narsis ajah haha karena banyak tempat keren buat dijadiin spot foto. Maklum karena bukan model jadi yah asal-asalan ajah yang penting narsis xixixixixi 😍😍😍😍

Siapkan kantong kresek yah barangkali ada yang mau muntah lihat penampakan saya πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹

Iklan

“POHON KORMA”

Ada kata-kata bijak kuno yang mengatakan bahwa:

“Orang benar dan tangguh akan bertunas seperti pohon korma”

Pohon korma lazim dijumpai di Timur Tengah.
Dengan kondisi tanah yang kering, gersang, tandus dan kerap dihantam badai gurun yg dahsyat, hanya pohon korma yang bisa bertahan hidup.
Tak berlebihan kalau pohon korma di anggap sebagai pohon yang tahan banting.

Kekuatan pohon korma ada di akar-akarnya.
Petani di Timur Tengah menanam biji korma ke dalam lubang pasir lalu ditutup dengan batu.

Mengapa biji itu harus ditutup batu..?

Ternyata, batu tersebut memaksa pohon korma berjuang untuk tumbuh ke atas.
Justru karena pertumbuhan batang mengalami hambatan, hal tersebut membuat pertumbuhan akar ke dalam tanah menjadi maksimal.
Setelah akarnya menjadi kuat, barulah biji pohon korma itu bertumbuh ke atas, bahkan bisa menggulingkan batu yang menekan diatasnya.

“Ditekan dari atas, supaya bisa mengakar kuat ke bawah.”

Baca kelanjutan halaman ini »

Jepret Kota Cirebon…

Nitip jepretan tanpa editing dan tanpa caption. Antara hotel dan kasepuhan, ada jarak terbentang dan jejak tertinggal ✌️😍

Baca kelanjutan halaman ini »

16 September 2018 / 6 Muharram 1440 H

MATERI 155 JILID 5

*Baiat Aqabah Kedua*

Sahabat fillahku, satu tahun berikutnya, jumlah jama’ah haji dari Yatsrib lebih banyak, termasuk dalam rombongan itu tujuh puluh lima muslim. Dua diantaranya kaum perempuan. Saat itu tahun 622 Masehi, tiga belas tahun sudah Rasulullah Shalallahu β€˜alaihi wasallam berdakwah dengan lemah lembut, mengalah terhadap segala siksaan, serta menanggung semua kesakitan dengan kesabaran dan pengorbanan.

Tidak selamanya Allah mengajarkan umat-NYA untuk terus mengalah. Suatu saat pukulan harus dibalas pukulan, serangan pun harus dibalas serangan. Dengan tujuan inilah Rasulullah Shalallahu β€˜alaihi wasallam mengadakan pertemuan dengan ketujuh puluh lima Muslim itu.

Mereka bersepakat bertemu tengah malam di bukit Aqabah pada hari-hari tasyriq. Hari Tasyriq adalah tiga hari berturut-turut setelah hari Raya Qurban (Idhul Adha).

Kali ini mereka tidak bertemu bertemu dikaki bukit, tetapi di puncaknya. Semua orang mendaki lereng-lereng Aqabah yang curam, termasuk kedua Muslimah tersebut. Saat itu, Rasulullah Shalallahu β€˜alaihi wasallam disertai pamannya, Abbas bin Abdul Muthalib. Abbas menyadari bahwa pertemuan ini dapat berakibat perang terhadap orang yang memusuhi keponakannya.

“Saudara-saudara dari Khazraj,” demikian Abbas berkata, “posisi Muhammad ditengah-tengah kami sudah diketahui bersama. Kami dan mereka yang sepaham dengannya telah melindunginya dari gangguan masyarakat kami sendiri. Dia adalah orang yang terhormat di kalangan masyarakatnya dan mempunyai kekuatan di negerinya sendiri.

Baca kelanjutan halaman ini »

Merapal Kata Lama

Di ujung pergantian almanak, sungguh jarak itu semakin dekat.
Dan musibah apa pun yang menimpa adalah di karena kan perbuatan diri sendiri. Dan DIA Yang Maha Pemaaf.
Begitu kata sebuah ayat, di mana diam-diam kurapal pada sebuah batas pemahaman otakku yang dangkal. 
Di ujung jalan, DIA tak berhenti melambai-lambaikan tangan untuk mengajak kita kembali pulang.
Sebelum semua terlambat, Nak!
Salam.
301213

Hati

Tuhan pembolak balik hatiku. Semoga tetap terjaga rasa di hati. Tentang cinta dan rindu yang tak kunjung berujung. Tentang airmata dan duka yang terseka senyuman. Tentang ingin dan tak ingin yang belum jua kutemukan sisa kepingan puzzle. Tentang aku, kamu dan mereka yang ingin kupeluk satu persatu tubuh itu. Tapi keangkuhan lebih menonjol dalam selimut kata-kata. Tentang aku dan dia yang kunanti. Tapi tak jua hati berlabuh pada dermaga ketulusan. 

Tuhan, jangan gelapkan hatiku pada kemilaunya dunia. Terangilah hatiku dengan cahaya surga. Mungkin, aku bisa menemukan jalan untuk mengapai hati seseorang. Yang ingin kupeluk.

Salam

Larassati.

Ardiantoyugo

Blog Motor - NRWS

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia dan Lainnya

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

RANGTALU

sebelum semua hilang dari ingatan

Embun Pagi Bee

Menanti embun disenja hari

Lazione Budy

'Saoirse' is not a word, it's angel