Oleh-oleh dari Muara Teweh (empat)

Duhai sang hujan, ajari aku bagaimana caranya bercinta bersama kehangatanNYA dalam rintikan rintikan mu yang membasah tanah. Adakah jalan menuju surga itu adalah terjal dan berbatu??

Hujanpun turun

Tak disangka di Muara Teweh yang katanya terkenal dengan cuaca yang panas ternyata siang ini hujan. Tepat pukul 11.00 waktu Muara Teweh (pukul 10 kota Jakarta), hujan lebat menguyur kota ini. Udara dingin yang menyejukkan dan membuat diri terlelap dalam di balik selimut tebal, mampu membawaku terbang ke dalam khayalan sesaat tentang kehangatan-kehangatan di masa silam. Sedikitnya mengenang pada sebuah kenangan yang telah usang terhempas diantara kesibukanku dalam pekerjaan. Namun karena kedatanganku ke kota ini hanya untuk menghadiri acara Pemilihan Bupati Muara Teweh maka akupun tak boleh terlalu larut dalam lamunan ini, lantaran harus bersiap-siap untuk berangkat.

Waktu sekarang tepat pukul 11.30’, sebenarnya sedikit terlambat dari jadwal semestinya. Bukan salah aku memang kalau jadwal acara belum juga dimulai lantaran karena cuaca yang tak mendukung. Hingga sekitar pukul 12.00’ waktu sini pun hujan kian semakin lebat dan langit hitam memayungi kota ini. Gelap dan berawan dan hujan pun tak kunjung reda.

Pengalaman pertama dalam hidupku, saat aku datang ke kota ini terasa bahagia hati ini lantaran tak mungkin lagi aku secara pribadi kembali ke kota ini. Seandainya mungkin pun entah kapan. Jadi, bisa dikatakan aku sangat-sangat bersyukur walau harus menempuh perjalanan jauh tapi bagiku cukup menjadi bagian dari kenangan masa hidupku. Setidaknya menjadi bagian paling berharga dalam pengalaman kerjaku.

Tapi aku sedikit heran. Dimana untuk pertama kalinya aku menginjakkan kaki ku di tempat baru dan asing untukku, hampir selalu ditemani oleh rintikan airmata bumi. Dan sekarang pun, saat pertama kali mendarat di bandara Syamsudin Noor dan untuk pertama kalinya kuinjakkan kaki ku di kota ini bahkan untuk pertama kalinya pula ku bernafas dan berhembuskan udara kota ini. Hujan datang menghampiri dan menemaniku dalam kehangatan airmata bumi. Lalu pagi ini, hujan pun kembali turun ke bumi di kota Muara Teweh ini. Aku senang memang setidaknya aku bisa merasakan betapa panasnya kota ini dan juga merasakan betapa dinginnya kota ini ketika hujan pun turun menguyur bumi.

Pagi menjelang siang, disela-sela persiapanku berangkat menuju tempat acara, aku termenung memandangi rintikan air hujan. Dan dalam hati terbesit tanya. Wahai sobatku yang ada di Jakarta, apakah sama halnya hujan pun turun disana? Dan engkau wahai mantan kekasih yang ada di Yogyakarta, sama halnya kah hujan pun turun di kotamu? Setiap kali hujan turun, bayangmu sesaat nampak dalam samar-samar reruntuhan hujan. Hingga rasa rindu pun terbesit dalam kalbuku. Ternyata sudah lama sekali aku tak berkunjung kesana menjumpaimu, meskipun dalam hati ingin sejenak menyematkan lamunanku dan anganku dalam pelukan kota Yogyakarta. Sungguh aku rindu akan pelukan malam disana dalam dekapan hangat tubuhmu wahai bintangku. Aku pasti terlelap dalam tidurku.

Dan kini aku disini. Menatap rintikan air hujan tanpamu. Ya…tanpamu karena kita tak mungkin lagi bersama. Kebersamaan kita adalah kesalahan besar dalam perjalanan hidup kita. Kini aku hanya berharap, akankah nanti malam akan aku rasakan kehangatan malam di kota ini? Dan larut dalam kehangatan pelukan malam disini. Di Muara Teweh ini. Semoga di lain hari…

By Mena Larasati

Muara Teweh, 11.45’

Sabtu, 28 Juni 2008

12 responses

  1. semoga hati mu ada lagi yang ngasih kehangatan baru kwuk2

    19/02/2009 pukul 12:00 am

  2. Jeng, lebih enak negh theme-nya..^_^

    19/02/2009 pukul 12:00 am

  3. dukatimerah said: semoga hati mu ada lagi yang ngasih kehangatan baru kwuk2

    kau pergi tanpa pesan bro…

    19/02/2009 pukul 12:00 am

  4. meandmydream said: Jeng, lebih enak negh theme-nya..^_^

    yang ini gimana Vit?

    19/02/2009 pukul 12:00 am

  5. larass said: yang ini gimana Vit?

    Ini juga oke bu!Enak buat baca postingannya…

    19/02/2009 pukul 12:00 am

  6. meandmydream said: Ini juga oke bu!Enak buat baca postingannya…

    thanks bu…kapan neh mo ketemuan? mumpung masih disini neh diriku…

    19/02/2009 pukul 12:00 am

  7. larass said: hanks bu…kapan neh mo ketemuan? mumpung masih disini neh diriku…

    Mpe kapan di jakarta bu??

    20/02/2009 pukul 12:00 am

  8. meandmydream said: Mpe kapan di jakarta bu??

    belum tau neh…masih ada something yang lom kelar.tapi aku tipe orang yang spontanitas loh bu, yang tiba2 hari ini pulang ya pulang deh hehehe….

    20/02/2009 pukul 12:00 am

  9. larass said: belum tau neh…masih ada something yang lom kelar.tapi aku tipe orang yang spontanitas loh bu, yang tiba2 hari ini pulang ya pulang deh hehehe….

    Yaelaaaaaaaaaaah, ntar dech, kita liat waktunya bu!Aku juga lom bisa janji*soksibuk.com*

    20/02/2009 pukul 12:00 am

  10. meandmydream said: Yaelaaaaaaaaaaah, ntar dech, kita liat waktunya bu!Aku juga lom bisa janji*soksibuk.com*

    sukses deh buat dirimu….moga nular ke aku hehehe

    20/02/2009 pukul 12:00 am

  11. larass said: sukses deh buat dirimu….moga nular ke aku hehehe

    Sukses untukmu juga jeng!

    20/02/2009 pukul 12:00 am

  12. Ping-balik: Mengenang Muara Teweh «

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s