Oleh-oleh dari Muara Teweh (satoe)

PENGALAMAN SERU KE MUARA TEWEH KALIMANTAN

By Mena Larasati-27 Juni 2008

Jejak itu tak akan pernah terlupakan, sekalipun debu menerbangkan dan hujan melarungkan tapi kenangan telah mewujud menjadi sebuah kata. Kata adalah jiwa dan hati saling bercegkerama, pada labirin yang sulit dihancurkan.

Hari ini aku ada jadwal pergi ke Muara Teweh Kalimantan Tengah. Kebetulan ada acara PEMILIHAN BUPATI di daerah tersebut. dan aku harus berangkat dengan boss ku serta salah satu artis ibu kota yaitu AGIS KDI yang akan menjadi bintang tamu di acara tersebut.. Jujur, aku baru denger kota Muara Teweh. Kota yang berada sangat jauh dari Bandara Banjarmasin. Mungkin berada di kota pedalaman kali ya. Karena memang aku sendiri belum tahu letak pasti Muara Teweh tersebut, yang aku tahu Muara Teweh berada dibagian Kota Banjarmasin Kalimantan. Sungguh perjalanan yang menyenangkan namun melelahkan. Jarak tempuh yang harus kami lewati pun sekitar 10 jam dari Bandara Syamsudin Noor Banjar Baru menuju Muara Teweh. Itu pun masih perkiraan saja, karena perjalanan sebenarnya sekitar 14 jam. Katanya sih karena sepanjang jalan banyak lubang dan dikelilingi hutan-hutan. Jadi harus ekstra hati-hati.

Perjalananku sendiri dimulai dari kota Jakarta. Tepat pukul 3 pagi aku harus segera bangun lantaran harus segera pergi ke terminal bis Damri Bekasi yang lokasinya kebetulan tak jauh dari tempat aku tinggal. Masih dengan rasa kantuk yang berat di kedua kelopak mataku, aku membonceng sepeda motor dan tak lama kemudian sepeda motor pun melaju dengan kencang. Memang harus ngebut, takutnya nanti nggak dapat bis Damri yang pagi. Yah…Lantaran pesawat yang akan kami naiki tepat terbang jam 6 pagi. Sedangkan aku tinggal di Bekasi. Tak lama kemudiaan sampai pula aku di terminal bis Damri itu dan lalu aku segera masuk kedalam bis dan tinggal menunggu melaju ke bandara Soekarno Hatta.

Sesampainya di Bandara Soekarno Hatta tepat pukul 05.30’. Awalnya semua berjalan lancar namun tiba-tiba saja artis KDI yang seharusnya berangkat dengan kita belum nyampai ke Bandara juga, tanpa pikir panjang boss aku yang kebetulan pergi bareng sama aku langsung menelponnya. Alhasil….dengan perasaan kaget dan kecewa sang artis tersebut masih berada di Cipularang.

Coba kita bayangkan, jarak Cipularang ke Bandara Soekarno Hatta yang letaknya berada di ujung Tangerang, sangatlah jauh. Sementara waktu sudah menunjukkan pukul 5.30’, itu berarti aku dan boss aku harus segera check-in. Perasaan kecewa, marah, bingung dan panik bersemayam dalam pikiran boss ku, pastinya juga dipikiran aku tapi mau bagaimana lagi, toh kalau kita masih menunggu pasti kita semua akan ketinggalan pesawat.

Akhirnya aku dan boss ku langsung menuju pintu check-in dan bergegas masuk kedalam pesawat karena lambat laun suara speaker sebagai tanda panggilan penumpang pesawat jurusan Banjarmasin harap segera memasuki pesawatnya. Dan tanpa aku sadari, kulihat jarum jam di tangan sudah menunjukkan pukul 05.50’ dan pesawat harus sudah lending jam 06.00’. bergegaslah kita lari pontang panting menuju pesawat.

Sebelum masuk ke dalam kabin pesawat, boss ku sempat menelpon artis tersebut dan dia baru nyampai di daerah Bekasi. Mau nggak mau dia harus ketinggalan pesawat dan mau nggak mau dia harus tetap berangkat ke Banjarmasin dengan biaya sendiri. Karena kita sudah terikat oleh perjanjian kerjasama.

Selama perjalanan, jujur aku menikmati sekali. Bukan yang pertama memang aku berpergian dengan pesawat, tapi entah kenapa aku merasa nyaman dengan pesawat Garuda ini. Mungkin karena pelayanan pramugari yang ramah dan sopan juga. (itulah ciri dari warga Indonesia). Sepanjang penerbangan, pandanganku tak lepas dari awan-awan yang nampak jelas di mata. Sungguh indah pemandangan di atas awan itu dan saying bila dilewatkan. Walau hanya sebentuk awan namun bagiku keindahan langitnya tak terkirakan menakjubkan.Perjalanan dari Jakarta ke Banjarmasin kurang lebih satu setengah jam, tepat pukul 08.30’ waktu Banjarmasin aku dan bossku sudah mendarat di Bandara Samsudin Noor. (waktu Banjarmasin lebih cepat 1 jam dari waktu Jakarta)

Sesampainya disana, kita sudah dijemput oleh suruhan orang Bupati Muara Teweh, namanya mas Yudi. Dan ternyata dia nggak cuman menyemput saya dan bossku melainkan ada seorang wartawan dari Banjarmasin yang harus meliput acara pemilihan tersebut. Namanya mas Deny, beliau juga wartawan Media Indonesia. Harusnya nggak cuman aku, boss ku dan wartawan itu yang dijemput tapi ada Agis KDI. Lantaran dia naik pesawat belakangan akhirnya kita semua harus menunggu dia sebelum menuju Kota Muara Teweh. Tak mungkin dong kita bolak balek Bandara-Muara Teweh?

Ada cerita seru sembari menunggu Agis, aku dan rombongan diajak makan dan kita semua makan makanan khas Banjar yaitu Soto Banjar. Ternyata enak juga sotonya. Pakai kupat, kuah banyak, dan ayam kampung yang hanya dicacah-cacah saja tapi tanpa tulang. Wow…sedap dan mantap. Tak tergambarkan deh rasanya. Pokoknya uuuueeennnnaaaakkkk tenan. Setelah makan, kita jalan-jalan ke Martapura. Yaitu pusat perbelanjaan intan permata dan batu asli Kalimantan. Tanpa pikir panjang, aku membeli beberapa batu permata itu. Harganya relative murah dibanding di Jakarta yang banyak dijual di ITC Mangga Dua. Dan ternyata, para penjual permata di Jakarta, belanjanya di Martapura Banjar Baru loh. (Sedikit bocoran dari para penjualnya). Lantaran Agis belum juga datang, aku dan rombongan berniat untuk sejenak istirahat di bawah pepohonan. Sunggguh lelah, apalagi aku yang masih ngantuk banget. Aaahhh…akhirnya bias tidur juga walau harus tidur di bawah pohon di pinggir jalan pula. Tapi…itulah kenangannya…tak kan terlupakan.

Setelah menunggu hampir 9 jam akhirnya Agis pun mendarat di Bandara Samsudin Noor tepat pukul 04.00’ harusnya mendarat pukul 03.30’ tapi karena cuaca buruk dan hujan lebat, pesawat belum berani mendarat dan hanya berputar-putar di atas bandara. Sempat panik juga sih si Agis nya, sama hal nya dengan para penumpang lainnya. Takut terjadi hal-hal yang nggak dinginkan. Tapi Alhamdulillah semua berjalan lancar.

 

Perjalanan ke tempat tujuan Muara Teweh itu sendiri masih jauh dan kata Mas Yudi perjalanan bisa nyampai sekitar 14 jam. Dan perjalanan pun harus melewati hutan-hutan dan naik turun bukit. Belum lagi jalan yang berlubang dan tikungan yang tajam. Hmmmm…sempat terbersit juga rasa takut di diriku, mungkin karena perjalanannya pada malam hari. Hutan-hutan yang dilaluipun ternyata gelap sekali dan sepanjang jalan aku melihat ke belakang mobil tak ada satupun mobil yang melintas.Semoga baik-baik saja. Doa ku dalam hati. Dan Alhamdulillah perjalanan kami lancar dan selamat sampai tujuan. Amin. Karena memang sepanjang perjalanan kita semua tidur kecuali Mas Yudi. Karena kalau drivernya tidur sapa yang nyetir…???

 

 

Salam,

Mena Larasati.

9 responses

  1. Wah, asyiknya jalan2. Mau dong batu p’matanya mbak! He..he..

    29/12/2008 pukul 12:00 am

  2. tau deh udah ilang kemana, orang udah lama….hihihi…makasih ya

    29/12/2008 pukul 12:00 am

  3. Yah, kok ilang?Lengkap bener ceritanya mbak! Mpe 6 episode.Mantab dech!

    29/12/2008 pukul 12:00 am

  4. larass said: PENGALAMAN SERU KE MUARA TEWEH KALIMANTAN By Mena Larasati-27 Juni 2008 Hari ini aku ada jadwal pergi ke Muara Teweh Kalimantan Tengah. Kebetulan ada acara PEMILIHAN BUPATI di daerah tersebut. dan aku harus berangkat dengan boss ku serta salah satu artis ibu kota yaitu AGIS KDI yang akan menjadi bintang tamu di acara tersebut.. Jujur, aku baru denger kota Muara Teweh. Kota yang berada sangat jauh dari Bandara Banjarmasin. Mungkin berada di kota pedalaman kali ya. Karena memang aku sendiri belum tahu letak pasti Muara Teweh tersebut, yang aku tahu Muara Teweh berada dibagian Kota Banjarmasin Kalimantan. Sungguh perjalanan yang menyenangkan namun melelahkan. Jarak tempuh yang harus kami lewati pun sekitar 10 jam dari Bandara Syamsudin Noor Banjar Baru menuju Muara Teweh. Itu pun masih perkiraan saja, karena perjalanan sebenarnya sekitar 14 jam. Katanya sih karena sepanjang jalan banyak lubang dan dikelilingi hutan-hutan. Jadi harus ekstra hati-hati. Perjalananku sendiri dimulai dari kota Jakarta. Tepat pukul 3 pagi aku harus segera bangun lantaran harus segera pergi ke terminal bis Damri Bekasi yang lokasinya kebetulan tak jauh dari tempat aku tinggal. Masih dengan rasa kantuk yang berat di kedua kelopak mataku, aku membonceng sepeda motor dan tak lama kemudian sepeda motor pun melaju dengan kencang. Memang harus ngebut, takutnya nanti nggak dapat bis Damri yang pagi. Yah…Lantaran pesawat yang akan kami naiki tepat terbang jam 6 pagi. Sedangkan aku tinggal di Bekasi. Tak lama kemudiaan sampai pula aku di terminal bis Damri itu dan lalu aku segera masuk kedalam bis dan tinggal menunggu melaju ke bandara Soekarno Hatta. Sesampainya di Bandara Soekarno Hatta tepat pukul 05.30’. Awalnya semua berjalan lancar namun tiba-tiba saja artis KDI yang seharusnya berangkat dengan kita belum nyampai ke Bandara juga, tanpa pikir panjang boss aku yang kebetulan pergi bareng sama aku langsung menelponnya. Alhasil….dengan perasaan kaget dan kecewa sang artis tersebut masih berada di Cipularang. Coba kita bayangkan, jarak Cipularang ke Bandara Soekarno Hatta yang letaknya berada di ujung Tangerang, sangatlah jauh. Sementara waktu sudah menunjukkan pukul 5.30’, itu berarti aku dan boss aku harus segera check-in. Perasaan kecewa, marah, bingung dan panik bersemayam dalam pikiran boss ku, pastinya juga dipikiran aku tapi mau bagaimana lagi, toh kalau kita masih menunggu pasti kita semua akan ketinggalan pesawat. Akhirnya aku dan boss ku langsung menuju pintu check-in dan bergegas masuk kedalam pesawat karena lambat laun suara speaker sebagai tanda panggilan penumpang pesawat jurusan Banjarmasin harap segera memasuki pesawatnya. Dan tanpa aku sadari, kulihat jarum jam di tangan sudah menunjukkan pukul 05.50’ dan pesawat harus sudah lending jam 06.00’. bergegaslah kita lari pontang panting menuju pesawat. Sebelum masuk ke dalam kabin pesawat, boss ku sempat menelpon artis tersebut dan dia baru nyampai di daerah Bekasi. Mau nggak mau dia harus ketinggalan pesawat dan mau nggak mau dia harus tetap berangkat ke Banjarmasin dengan biaya sendiri. Karena kita sudah terikat oleh perjanjian kerjasama. Selama perjalanan, jujur aku menikmati sekali. Bukan yang pertama memang aku berpergian dengan pesawat, tapi entah kenapa aku merasa nyaman dengan pesawat Garuda ini. Mungkin karena pelayanan pramugari yang ramah dan sopan juga. (itulah ciri dari warga Indonesia).

    asik deh jalan jalan

    29/12/2008 pukul 12:00 am

  5. larass said: Karena kalau drivernya tidur sapa yang nyetir…???

    kubantuin nyetir dechhhh

    29/12/2008 pukul 12:00 am

  6. larass said: Karena kalau drivernya tidur sapa yang nyetir…???

    allow mas Vic…iya neh jalan-jalan emang mengasyikkan tapi itu duluuuuu….hehehe…thanks ya

    30/12/2008 pukul 12:00 am

  7. jadul1972 said: kubantuin nyetir dechhhh

    emang bisa nyetir mas…??? just a joke loh!!! thanks ya

    30/12/2008 pukul 12:00 am

  8. meandmydream said: Yah, kok ilang?Lengkap bener ceritanya mbak! Mpe 6 episode.Mantab dech!

    iya..ngantuk!!makasih ya

    30/12/2008 pukul 12:00 am

  9. Ping-balik: Mengenang Muara Teweh «

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s