Menelan Lembaran Waktu….

keluargaku adalah hartaku yang tak pernah hilang sekalipun mereka perlahan menghilang, pulang….

 

Puasa, lebaran, mudik, berkumpul keluarga. Ritual yang selalu membuat aku rindu dan ingin selalu mengalaminya. Tapi untuk kali ini ada rasa yang menariknya kedalam, menarik erat eraaaaattttt sekali….benar benar erat. Seperti perasaan enggan barangkali atau perasaan tidak ingin??

“Ini sudah lebaran keberapa??” “Mana janjimu itu?” “Kemarin mau dikenalin gak mau, salah sapa tuh?” “Umurmu sudah berapa, kapan mo kaweenn??” “Keburu kiamat loh” “Lebaran ini belum ada juga??” “Tuh lihat, sepupumu udah pada nikah. Tinggal kamu doang yang belum” “Mbok kasihan ke papa mu udah tua, udah pengen lihat kamu nikah” “Kelamaan, apa sih yang kamu cari??” “Wes toh ndang, asal cekel ae!!” “Mikir kok gawean ae lah terus kapan arep mikir mbojo??”

Memang mudah menelan kata kata itu tapi tidak mudah untuk memuntahkannya. Memang gampang mendengar lewat kuping kiri dan dikeluarkan lewat kuping kanan, tapi tidak gampang menghapus memori suara dari ingatan. Andai saja mereka tahu alasanku kenapa dan mengapa mungkin mereka akan lebih mengerti dan ternyata bodohnya aku, aku hanya diam dan diam.

Berusaha menelannya mentah mentah dan memuntahkannya mentah mentah, sebelum mengendap menjadi sebuah perasaan enggan untuk pulang. Biar bagaimana pun, aku tetap rindu pulang.



Salam Larassati!!

Tepian Kota Mimpi, 200712//18.18′

Maaf Lahir Batin, Selamat Berpuasa!! Semoga sampai pada kemenangan yang sempurna.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s