Oseng Bongkrek…

Ada yang tahu bongkrek?? atau suka bongkrek?? pernah mendengar?? atau sama sekali belum tahu bongkrek itu apa??
Kalau dari mbah wiki, 

“Asam bongkrek (bongkrek acid) adalah toksin pernapasan yang lebih mematikan daripada sianida..[1]

Asam ini dapat terbentuk dalam proses fermentasi bungkil kelapa sewaktu pembuatan tempe bongkrek yang terkontaminasi bakteri Burkholderia gladioli pathovar cocovenenans. Atas alasan pengendalian keamanan, pembuatan tempe bongkrek sekarang dilarang di Indonesia, meskipun di beberapa tempat di Jawa orang masih membuatnya secara sembunyi-sembunyi. Kasus kematian karena asam bongkrek ini setiap tahun masih terus dilaporkan.

Racun ini mengganggu mekanisme kerja enzim yang memindahkan ATP dan ADP. Prosesnya dipotong sehingga ATP tidak bisa meninggalkan mitokondria dan sel akan mati lemas kekurangan energi. Orang yang keracunan asam bongkrek akan merasa tercekik lalu dari mulutnya akan keluar busa.”

Tak hanya itu asam bongkrek juga sangat beracun dan mematikan bagi siapa saja yang mengkonsumsinya. Racun-racun tadi tidak mati dan tidak rusak sekalipun dalam suhu di atas 100°C.

Hmmm sangat bahaya, jadi jangan coba coba untuk memakannya jika belum pernah.

Terutama di Pekalongan, masih banyak yang membuatnya dan menjualnya bahkan mengkonsumsinya. Dulu memang sempat dilarang sama (almh) ibu saya.  Padahal keluarga besar saya hampir rata rata suka dengan masakan olahan yang dicampur bongkrek.

Saya ingat betul, jaman SD dulu tetangga ada yang meninggal karena mengkonsumsi bongkrek, akhirnya kita sekeluarga pun menghentikan mengkonsumsinya, apalagi keluarnya larangan dari pemerintah untuk jenis makanan tersebut.

Waktu berlalu *aih* gosip gosip dan berita berita dan larangan larangan itu hanya tinggal isapan jempol saja. Nyata nya dipasaran masih banyak yang menjual bahkan sekarang pun masih banyak bahkan semakin menjamur menurut saya.
Buktinya pas beberapa bulan lalu saya pulang ke kampung halaman dan pergi ke tempat pasar tradisional *hobby saya kalau mudik selain mengejar sunset di pantai juga hunting makanan khas pekalongan*, saya menemukan bongkrek itu alhasil karena sudah lama tidak mengkonsumsinya saya pun membelinya beberapa potong.

Sesampainya di rumah saya olah dan masak dicampur dengan tauge, telur puyuh alias telur burung dara. Dijadikan campuran tumis bongkrek tauge puyuh. Ini resep masakan (almh) ibu saya. Dikasih kecap dan beberapa cabe biar sedikit mengigit rasanya. Mantaapp!! Dan alhamdulillah saya sehat walafiat.

Salam Larassati!!

Besqi, 021012//18.50′

Keterangan foto : saya ambil pake kamera hape jadul C3 jadi foto tidak maksimal sangat hehehe

2 responses

  1. Larasati

    selain diolah menjadi tumisan, bongkrek juga diolah menjadi sayur lodeh, dimana bahannya adalah sayur lodeh, cabe hijau besar, bongkrek dan sedikit perasan kelapa. Biasanya mengkonsumsinya dengan diremukin *apa yah bahasa indonesianya* kerupuk usek….hmmm ada yang tahu kerupuk usek itu apa?? tunggu yaahhh hehehe😀

    02/10/2012 pukul 3:11 pm

  2. Larasati

    digoreng pake tepung dan dimakan sewaktu masih anget plus cabe rawit yoo mantap juga hehehehe😀

    02/10/2012 pukul 3:13 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s