Dingin…

Pangkaslah tangkai luka itu, semestinya nanti darah akan menjadi susu, nanah akan menjadi madu dan airmata adalah mutiara….

Sudah malam minggu yah, cepatnya waktu berlalu. Padahal saya masih mengingat malam minggu lalu, menginap di sebuah rumah di kawasan puncak dimana suasananya adalah kehangatan dan keceriaan. Sama sekali tak ada airmata atau pun kerisauan dan kini…malam minggu ini sungguh terasa lain dan asing. Kenangan rasa itu menguap. Tak terkendali, situasi menegangkan dan aura cinta mulai membeku dan mendingin. Ada apa gerangan duhai engkau pemuja keagungan Cinta?? Bukankah Cinta itu yang selalu kau puja puja??

Pagi yang selalu menghadirkan hawa dingin dan sejuk seusai subuh, biasanya saya menikmati sembari menatap sisa sisa bintang yang berkelap kelip dari loteng rumah atas. Kebetulan, kamar saya berada di lantai dua. Bukan rumah saya tepatnya karena saya masih tinggal menumpang bersama saudara.

Beda dengan dingin nya pagi ini, hujan yang sudah sedari subuh menguyur Bekasi membuat suasana dingin merasa semakin dingin yang lebih dingin. Sepertinya rasa dingin itu sudah mengunci kedua hati. Saya tak mengerti lagi bagaimana caranya untuk menghangatkan kedua hati yang dingin itu. Tawa sudah saya hadirkan berkali kali tetap saja dingin menerjang. Saya sangat membenci suasana seperti ini. Saya paling tidak betah bila berada di suasana dingin yang membeku ini.

Apalagi seharian Bekasi benar benar mendung. Seolah olah mendukung suasana dingin hati kian mendingin. Saya hanya bisa menghela nafas dan diam. Saya rasa diam itu adalah cara yang damai untuk menghindari sebuah masalah.

Kutenggok jam di pergelangan tangan kanan saya, waktu sudah menunjukkan pada senja. Sebentar lagi malam, saya harus pulang. Semoga dingin itu akan segera menghangat. Sehangat canda tawa dalam setiap perjalanan untuk meraih mimpi bersama sama. Andaikan dingin itu tetap membeku?? Separuh hati saya tetap saja menyimpan gundah. Karena kedua hati itu adalah kekasih Tuhan saya. Saya ingin kedua hati itu mengerti bahwa semestinya Cinta itu dariNYA dan untukNYA.

Ah ternyata saya harus jujur kalau saya sedang membutuhkan kehangatan. Adakah yang punya tungku hati untuk saya pinjam??

 

#sekedar tulisan yang tiba tiba melintas saat merasakan dingin yang akut “nothing else matter”#

 

 

Salam MenaLarasati

B-kasi,031112

 

** foto saya lupa dari mana, sudah dari jaman jebot ada di file saya hehehe

6 responses

  1. ~Ra

    Kebetulan nih, kami lagi bakar sate sisa daging minggu kemarin.. Aku suapin arangnya ya mBak… Biar anget…😀

    03/11/2012 pukul 12:44 pm

    • Larasati

      hahahahahahahahahahahahahaha pas banget yaahhh, sinih gih arangnya plus satenya yaahhh😛

      03/11/2012 pukul 3:48 pm

  2. ayo mbak ke rumahku di semua ruangan ada pemanasnya, anget pokokke😀

    03/11/2012 pukul 5:29 pm

    • Larasati

      hahahahahahahaha ntar nunggu dapat suami orang sonoh😛

      04/11/2012 pukul 11:45 am

  3. kasih pinjem kompor buat laras aja biar anget..😀

    04/11/2012 pukul 1:55 pm

    • Larasati

      hahahahaha ini bukan tentang larass mbaaa eh iya ding diendingnya hahahaha kok jadi labil yah😛

      05/11/2012 pukul 8:31 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s