Tempat Ini…

nada hatiku adalah namamu…..

Ini sebenarnya tulisan lama saya di mulkiplid, sengaja tidak kucantumkan komentnya jadi ku copas manual ajah hehe untuk saat ini saya memang sedang kangen rumah Pekalongan tapi entah kenapa rasa enggan seakan mengikat erat rasa ingin untuk menjadi tak ingin. Seperti ada yang menarik saya untuk lebih jauh membentang jarak tapi mendekat dalam ruang hati. Seperti bunga flamboyan yang menari nari tertiup angin….entahlah seperti apa!!

***********************************************************

Tempat ini. Barangkali sebagai persinggahan sementara untuk melepas segala kepenatan yang menusuk nusuk seperti jarum jarum yang turun dari langit tanpa aku pinta. Dengan nikmatnya jarum itu turun menjadi hujan. Tanpa dosa menusuk nusuk, tanpa lawan aku biarkan. Tanpa pengkianatan aku rasakan. “Aku tidak memintamu untuk datang maka aku tidak akan menghalangi derap lajumu untuk datang sekalipun dengan diam tanpa kata dan diam tanpa pura pura” 

Tempat ini. Barangkali menjadi penghancur batu keangkuhan dimana ia terletak diantara bongkahan hati dan serpihan otak. Ia datang dengan sederhana, menjanjikan sebuah mimpi dan mengindahkan halusinasi. Mengedepankan keganjilan hari dan sesekali menghargai segala hal yang terpatri. Ada rindu mendera laju waktu. Ada tawa menggelegar segerombolan awan kelabu. Ada cinta mengaliri sekujur nadi. Ada benci yang terkadang menumbuhkan belaian surga. Dan terkadang ada marah yang padam oleh senyuman atau membara oleh teriakan?? 

Tempat ini. Akan aku kenang, selamanya. Biar penuh debu dan dedaun berserakan. Biar sepi menjadi sahabat. Biar diam menjadi jawaban. Biar airmata menjadi jejak. Tempat ini adalah surga. Aneh. Bukankah surga adalah aliran air susu dan madu dan buah buahan dan bidadari?? Bukankah surga adalah bahagia dan cinta?? Bukankah surga adalah berpasang pasangan??

Keanehan yang sangat terasa aneh. Bayangkan, aku sendiri tidak bisa memahami keanehan ini jadi jangan sesekali memberiku dengan satu tanya dua tanya bahkan berjuta juta tanya. Aku akan gugu dengan semua tanyamu. 

Seperti yang selalu kau ucapkan “Biar waktu yang akan menjawabnya”. Apakah waktu bisa bicara??

Yang aku tahu dimana kita memulai melangkah disitulah kita akan mengakhiri sebuah perjalanan. Adalah hidup yang dengan perjalanan panjangnya pada hakekatnya akan kembali menemui kehidupan yang abadi.

Dan tempat ini, selamanya akan abadi!!

 

Salam Larassati!!

My Born City, 130512//06.00′

Komentar ditutup.