Perjalanan Hari Ini…

Engkau adalah jejak yang tak bisa kuukir, karena engkau sebuah luka maka enyahlah!!

TULISAN INI SANGAT PANJANG JADI GAK PERLU DIBACA!!

Dua hari tidak membuka laptop ternyata menimbulkan perasaan kangen juga yah. Saya menemukan bahagia yang lain di layar laptop. Bahagia yang tak bisa saya utarakan tapi cukup saya rasakan. Dan ketika tangan saya enggan meraihnya sepertinya hati saya ingin berontak tapi gerak tubuh benar benar menahan tangan saya untuk bercinta dengan laptop saya. Apa tubuh saya cemburu?? Ah mana mungkin tubuh bisa memiliki rasa cemburu yah seperti saya yang sedang cemburu pada kawanan angsa yang berenang di telaga. Saya juga sedang cemburu pada burung burung elang yang terbang mencapai langit ke tujuh. Saya juga sedang cemburu pada bintang yang setiap malam bermesraan dengan rembulan dalam asmara Tuhan.

Dua hari ini, nurani saya bergelut dengan mood yang naik turun. Antara ingin dan tak ingin saling bersaing. Jenuh barangkali…atau sedang mengukur suhu amarah untuk segera ditumpahkan atau cukup disimpan dan dilempar pada keramaian jalanan agar orang tak tahu apa yang sedang saya rasakan??

Dan hari ini saya memutuskan untuk melakukan sebuah perjalanan. Tak jauh tapi lumayan, sejenak menyampingkan DL DL yang numpuk dan sejenak memanjakan mata dengan hal hal yang istimewa.


Terkadang berada di keramaian ibukota bisa dikategorikan hal istimewa juga. Aneh yah saya. Kemarin di status efbe, saya rindu kesunyian eh sekarang malah mengejar keramaian. Haha…Nikmati sajalah, seperti menikmati semalam dimana mata saya terjaga hingga pukul 4.20 pagi. Funtastic bukan??? semakin funtastic karena saya kok tidak merasa mengantuk yaahh??

What happend with me?? Sepertinya nanti saya membutuhkan tukang pukul neh untuk memukul punggung saya biar segera terbangun dari mimpi #ada yang minat?? PING ME😛

Perjalanan kali ini saya menggunakan jasa kereta api. Saya sangat senang melihat jalur jalur rel kereta api loh apalagi  kalau jalurnya menemui simpangan ah sepertinya simpangan itu sudah diatur dan pasti sudah disiapkan jalur yang lain untuk dilewati. Seandainya tidak ada jalur lain, itu berarti titik terakhir dari sebuah pemberhentian. Seperti hidup, selalu saja menemui simpangan bukan? tinggal kita akan memilih membelok, berhenti atau mundur.

Pagi yang amat sangat cerah dan sesak dengan berjuta juta wajah asing berlarian mengejar kereta. Begitu juga dengan saya. Berebutan tempat duduk dalam gerbong kereta itu adalah pemandangan yang menyenangkan. Saya sih tenang dan santai saja. Kebetulan langsung dapat tempat duduk jadi saya duduk manis di deretan ibu ibu perumpi #wait#. Sedikit mengganggu, tapi saya tetap menjaga hormat saya pada ibu ibu itu karena kok saya dilibatkan yah dalam rumpian itu hahahaha….lirak lirik kanan kiri, berharap nemu mangsa eh kok mangsa sih??maksudnya menemukan ibu ibu hamil atau ibu ibu tua atau ibu ibu yang mengendong anak untuk segera mengantikan posisi duduk saya diantara para rumpian itu. Alhamdulillah pencarianku berhasil, ada ibu ibu separuh baya naik. Segera saya bangkit dan berdiri. Menyerahkan tahta saya kepada ibu tua itu untuk duduk hehehe setidaknya saya merasa nyaman berdiri. Walau dalam hati saya ingin sekali duduk karena kaki terasa berat dan lelah. Sama kek otak saya yang sedang berat dan lelah. Andai saja bisa pengennya meletakkan otak saya sejenak di dalam frezer biar cepet adem tapi itu tak mungkin kan…itu namanya majas hehe

Well otak panas sedikit terobati juga dengan berdiri menatap luar dari jendela gerbang kereta. Melihat jalanan yang bergerak cepat. Semua cepat dan semakin cepat padahal saya tahu kereta yang membawa saya melaju inilah yang bergerak cepat. Saya mengikuti irama kecepatan kereta ini saja karena saya ingin selamat sampai pada tujuan saya. Kemana?? Saya hanya mengikuti kata hati, melangkahlah dan terus melangkah setidaknya langkah itu adalah cara saya untuk melepaskan satu persatu duri duri tajam yang menancap telapak telapak kaki saat saya menampak.

Semakin funtastic perjalanan saya hari ini. Karena saya juga belum menemukan rasa ngantuk yang menggelantung kelopak mata saya padahal yang saya rasakan mata ini berat dan amat lelah. Warna hitam melingkarpun tak lupa turut memperjelas bahwa mata saya lelah. Terlebih saat saya harus melihat kenyataan yang pahit tapi harus saya telan mentah mentah. Itu sungguh memuakkan dan rasanya kedua bola mata saya ini ingin segera meloncat keluar agar selebihnya mata saya tak lagi melihat kenyataan yang pahit ini dan berharap saya bisa lebih merasa damai dengan melihat kenyataan ini dari mata hati. Ah mata hati, kemana kiranya ia bersembunyi?

Saya dalam perjalanan yang belum jelas akan kemana ini. Saya hanya ingin mengikuti kaki berlari setelah kemarin saya terjatuh dan terpuruk. Kata teman saya kemarin kalau kita terjatuh dan terpuruk maka tak hanya berdiri saja dan merasa tak pernah ada apa apa tapi selebihnya kita harus berlari. Berlariiiii terus. Saya sempat memutar keras otak saya loh, apa yang dimaksud dengan berlari terus  itu. Hingga detik ini saya belum mengerti eh jadi ingat pernah ada yang bilang gini “tergantung isi otaknya sih” hmm iya yah mungkin karena otak saya sudah terlalu penuh jadi tidak bisa mencerna dengan cepat, harus pelan pelan. Kek lagunya Kotak Band itu loh, lepaskanlah bila berat pelan pelan sajaaaa…begitu kan??

Back to my story today,

Setelah melewati beberapa stasiun akhirnya saya turun di stasiun Manggarai dan berganti kereta yang menuju ke satu tempat. Untuk kereta transit ini, saya tidak menemui kursi untuk duduk karena isi gerbong kereta sungguh sesak dan penuuuhhhh….Dan posisi saya berdiri sungguh tidak nyaman. Kondisi kereta yang amat sesak bahkan teramat sesak karena untuk berdiri saja saya merasa susah. Terjepit. Tersenggol kanan kiri. Terombang ambing mengikuti lajur kereta berlari.

Sungguh membuat saya merasa tidak nyaman. Keringat mulai bercucuran. Bau bau saling membaur. Bau Minyak wangi dan bau tubuh. Andai saja ada dia, saya tetap akan bisa mengenali bau tubuhnya walau dia berada di ujung gerbong yang lain #gombaaallll#

Next….Saya semakin kesulitan mendapati posisi berdiri. Untuk menuliskan bagian kata yang ini saja, saya merasa susah. Sesekali tubuh saya terombang ambing dan hampir tersungkur. Sampai sampai ibu ibu disebelah saya menatap saya sedikit eehhh gimana yah pokoknya pandangan yang berbeda, barangkali. Mungkin si ibu ini tidak suka saya berada di dekatnya dimana saya tetap asik saja menuliskan kisah ini di hape saya.

Oke deh dari pada dari pada trus timbul pikiran pikiran negatif yang menyusahkan… Saya stop dulu tulisan ini. Karena posisi saya semakin terjepit ke pintu. Saya takut bila saya tiba tiba jatuh pas gerbang pintu dibuka, kan malu hehe

Selebihnya saya hanya memandang jalan diluar dari jendela gerbang yang melaju kian cepat cepat dan cepat sekali. Memang benar kalau saya tidak bergerak cepat pasti saya akan ketinggalan jauh semakin jauh dan semakiiiiinnn jauh jadi saya harus ikuti arus. Begitu yah?? Entahlah…

Siang yang tiba tiba mendung dalam keramaian stasiun Manggarai. Sungguh semilir angin stasiun manggarai sungguh melenakan jiwa. Hasrat ngantuk pun tak bisa saya bendung. Saya menenggok jam dinding tua yang menggantung tepat diatas kepala saya. Jarum kecil berada di angka satu sementara jadwal kereta yang akan saya tumpangi selanjutnya akan datang jam dua siang. Wah masih satu jam rupanya. Hmmm apakah sama hal nya dengan kematian?? apa kematian bisa kita ketahui kedatangannya satu jam kemudian atau dua jam kemudian bila jadwal ngaret?? Sepertinya tidak yah, jadwal kematian itu tidak bisa kita ketahui. Semua adalah kuasaNYA dan saya lah yang harus siap siap menunggu kedatangannya. Siap?? Wah apa yang mesti saya siapkan?? Ada yang bisa bantu saya untuk memberitahukannya?? Please…saya belum tahu menahu soal persiapan itu. Selama ini yang saya bawa hanyalah sebentuk tubuh dengan darah yang anyir berbau dosa dan luka luka yang mengangga menyemburkan tawa tawa pendosa. Bagaimana ini?? Help meeeee….

Tiba tiba saya mulai merasa mengantuk tapi saya tak boleh tertidur di peron stasiun kalau saya tidur wah bisa gaswaaatttt…takut kecolongan?? wah gak lah, saya ini gak punya apa apa. Saya hanya bawa ransel kesanyangan saya, ransel pinjaman sih tapi saya suka sama ransel ini haha aneh yah saya. Ransel pinjaman saja kok sampai disayang sayang, nantinya ransel itu kan akan diminta lagi sama yang punya. Gimana sih…yah deh saya gak jadi sayang sama rangsel ini tapi bolehkan yah kalau saya tetep suka???

Alasan lain saya kalau sampai ketiduran di peron stasiun, bisa bisa ntar saya ketinggalan kereta walaupun suara bising dari speaker pun terus menggema gema. Suara yang cempreng dari speaker tapi sungguh itu suara yang sangat sangat ditunggu dan patut di dengar oleh para penumpang kereta. Seperti saya, kalau saya sampai lenggah bisa bisa saya salah kereta. Jadi walau jelek dan cempreng, saya tetap setia menanti suaranya #aih…

Peraturan kereta sekarang rada ribet loh. Tanah abang Bekasi harus transit ke Manggarai. Nah itu kenapa saya tadi sempat berhenti di Manggarai. Akhirnya keceplosan juga yah saya kalau sebenarnya tujuan saya ke tanah abang hahaha pengennya sih ke rumah abang xixixixixi

Ngapain ajah di tanah abang??? keknya gak perlu dijelaskan yaahhh masak ke tanah abang mau beli rumah hehehehe


Alhamdulillah, untuk kereta yang akan membawa saya pulang ini saya dapat tempat duduk dan lagi lagi saya terjebak diantara ibu ibu yang ngerumpi. Tapi mata saya lelah, saya ingin tidur sejenak dalam perjalanan menuju bekasi tapi apa bisa?? Kanan kiri dan depan saya adalah ibu ibu rumpi yang saling berebut untuk bercerita. Seolah olah cerita mereka layak untuk didengarkan.

Saya, entahlah….mata saya semakin tak kuat. Seperti batterai hape saya, sudah kedap kedip berwarna kuning itu artinya batterai sudah dititik kematiannya. Ah sepertinya hape saya merasakan lelah juga seperti apa yang saya rasakan. Ah bodoh dah, saya ingin tidur di kereta. Merasakan ninabobonya kereta yang bergoyang goyang. Lagi pula kasihan saya sama hape ini, kalau dia mati?? mau ngecash di kereta?? mana adaaaa…

Speaker mulai bertoar toar dan peluit petugas sudah dibunyikan itu artinya pintu gerbong kereta harus segera ditutup dan kereta kembali melaju menuju Bekasi. Lelah hati lelah pikiran, sedikit terobati dengan sejenak jalan jalan. Apalagi diakhiri dengan Alhamdulillah setelah melahap semangkok bakso lezat di stasiun terakhir saya.

Hmmm…segala lelah dan gundah menyatu pada tanah ketika jejak kakiku terbawa angin menuju ke entah!


Salam MenaLarasati!!

Kota Tua Tak Bertuan, 071112\8.00′ – 14.00′

#waaaahhh panjang rupanya dan perjalanan ini tertulis sementara di hape tadinya mau langsung post ke wepe eh tetep yah belum ngerti caranya gimana haha tapi makasih yah TUHAN karena hari ini sungguh indah, besok besok lagi yah yang lebih indah indah# eh sifat manusia memang tak pernah merasa puas yah😀

**** iseng ah mau bagi bagi foto hari ini antara saya dan kereta😀 tak bonusin juga yah lagu keren ini, semogga berkenaannnn…

22 responses

  1. Keren artikelnya😀
    Ditunggu postingan selanjutnya🙂
    Ditunggu juga kunjungan baliknya ya sob
    Jangan lupa tinggalin jejak di postingan saya ya.🙂

    07/11/2012 pukul 11:33 am

    • Larasati

      oke, terimakasiihhh yah

      07/11/2012 pukul 3:03 pm

  2. Pertamaaaaaxxx😀

    07/11/2012 pukul 12:36 pm

  3. Basonya menggoda disaat dingin dan gerimis begini😀

    07/11/2012 pukul 12:37 pm

    • Larasati

      wah bakso emang selalu mengoda teh…kapanpun deh

      07/11/2012 pukul 3:01 pm

      • Teteh mah mesti bikin dulu kalau pengen baso teh..ngga bisa mampir atau manggil tukang Baso :((

        08/11/2012 pukul 7:01 am

      • Larasati

        gampang kan yah bikin, hehe dulu larass jualan bakso teh dan baksonya bikin sendiri xixixixixi

        08/11/2012 pukul 8:01 am

  4. Keduaaaaxxxx😀

    07/11/2012 pukul 12:39 pm

    • Larasati

      emang baca?? gak mungkin banget sih hahaha dasar!!

      07/11/2012 pukul 3:01 pm

      • hihihi.. salahnya kalimatnya mbulet2..😀

        07/11/2012 pukul 3:02 pm

      • Larasati

        tergantung otak nya yg membacanya sih😛

        07/11/2012 pukul 3:11 pm

  5. ~Ra

    Nepu ih, postingan gini dibilang panjang… Ini sih panjang banged namanya… 😆

    Susah juga ya kalau nggak isa tidur gitu. Jadi merasa beruntung meskipun selalu diteriakin adek gara-gara kalau diajak ngobrol tapi baru sebentar akunya langsung zzzzzzzz….zzzzz……

    07/11/2012 pukul 1:10 pm

    • Larasati

      xixixixixixixixixixi kalau gitu saya juga untung deh gak bakalan ngajak dirimu ngobrol lama2 haha ntar ditinggal zzzzzzzzz

      07/11/2012 pukul 3:02 pm

  6. eh laras, maksud naik kereta dari bekasi ke tanah abang dengan tujuan tanah abang, tapi ganti kereta di manggarai? bukannya bisa langsung gitu?
    ku sering bablas kalu naik kereta, bobo dah.. pengennya turun depok, malah bablas ke bogor..

    08/11/2012 pukul 1:04 am

    • Larasati

      sekarang gak bisa mba tin, dulu emang iya…hehe peraturan baru tuh bikin ribet udah gitu kadang nunggu kereta transitnya lamaaaa

      08/11/2012 pukul 8:00 am

  7. Perjalanan menggunakan kereta memang banyak cerita …🙂 Dan semoga baksonya membuat moodnya riang kembali…🙂

    08/11/2012 pukul 10:38 am

    • Larasati

      iya mbaa Rana, wah senangnya mba Rana datang ke rumah Laras hehe makasih yah mbaaa

      08/11/2012 pukul 10:53 am

  8. Nooon… itu videonya Bang Iwan, bikin teteh nangis..T_T
    sedih..terharu..jadi inget emak di Bandung😥

    08/11/2012 pukul 10:40 am

    • Larasati

      eh Teh, maaf yaahhh…gak maksuuddd loh sweaarr, larass lagi pengen denger lagu ini teh maaf yah kalau udah bwt teteh sedih

      08/11/2012 pukul 10:54 am

      • Eh ngga apa-apaaaa….
        Jadi makin sadar, harus banyak bersyukur dengan apa yg telah Allah berikan buat teteh… videonya mengingatkan teteh Non..ma kasih bangeet.
        Mau komentar disana ngga bisa, jdnya nyari2 tempat lain hehehe

        08/11/2012 pukul 11:10 am

      • Larasati

        sengaja ditutup teh hehe

        08/11/2012 pukul 3:17 pm

  9. 'Ne

    kadang ada kondisi di mana kita hanya ingin menikmati waktu sendiri, untuk sejenak rehat dari segala penat yang ada.. kadang dalam kesendirian -meski dikeramaian- kita akan menemukan damai.. sesekali berdialog dengan diri sendiri itu perlu ya mbak🙂

    09/11/2012 pukul 12:46 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s