Surat Untuk Nita…

Pagi yang cerah. Kuharap cerah NYA mampu menembus relung hati yang terdalam. Hati sunyi menahan rindu.

15 November 2012
Setahun kepergianmu Nita. Aku tidak punya kata kata untukmu. Seharusnya aku punya kejutan untukmu. Sebulan yang lalu, aku sudah melingkari tanggal 18 November untuk mengunjungimu. Sudah tak tahan rasanya Nit untuk mengunjungimu. Segala rasa kutumpuk dalam dada.

Rasa rindu yang memuncak untuk berjuta juta wajah, kutumpuk jadi satu. Sesak memang dada ini tapi aku bertahan karena aku percaya akan sebuah keyakinan. Aku akan datang mengunjungimu, setidaknya itu akan mengurangi rasa sesak yang membuncah.

Aku, yang bernama manusia terkadang tidak bisa melawan kehendakNYA sekalipun itu harus mengkhianati sebuah janji.

Berawal dari sebuah sms yang mengatakan tentang tanggal 18 yang ternyata menjadi sebuah alasan “padat”. Padahal sudah kulingkari almanak dalam hatiku angka itu. Angka tiba tiba harus berubah menjadi angka 15.

15?? Bukankah angka yang seharusnya?? Tepat tanggal merah dan tepat pergantian tahun islam. Baiklah tanggal 15. Kuhapus lingkaran yang ada di angka 18 dan kulingkari angka 15.

Tapi entah, aku merasa ganjil dengan angka itu. Angka yang seharusnya tepat angka kepergianmu. Aku merasa aku tidak akan pernah menemui angka itu. Dan perasaanku benar, bahwa akhirnya sebuah janji itu harus benar benar aku ingkari. Aku mengingkari janji padamu Nita, janji dimana aku seharusnya menenggokmu.

Maafkan aku Nita, maafkan aku karena aku tidak jadi menenggokmu di rumah barumu yang baru setahun kau tempati.

Semoga tanah itu tetap harum, seharum namamu. Dan batu nisan itu tetap kokoh seperti ketegaran hatimu yang kerap mengajariku untuk menjadi perempuan yang kuat. Semoga nama mu yang tertulis pada nisanmu tetap jelas Nita, seperti jejakmu yang tetap nampak jelas dalam setiap perjalananku.

Sekali lagi maafkan aku Nita. Aku tidak punya kata kata lagi untuk menuliskan kerinduan hatiku padamu. Semua rasa yang kusimpan untukmu perlahan lahan menguap, entah kemana. Aku juga tak tahu bagaimana caranya untuk mencari rasa itu.

Sekali lagi maafkan aku Nita. Aku masih saja pengecut karena aku juga belum berani berjanji kapan aku akan datang ke rumahmu. Aku takut Nita, jika aku berjanji lagi aku akan mengingkarinya lagi.

Semoga kau tak marah padaku Nita. Karena aku percaya ada berjuta manusia diluar sana yang juga rindu padamu bahkan sama seperti aku yang menuliskan kerinduan hatinya lewat surat. Barangkali, suratku ini adalah surat yang tak kan pernah tersampaikan. Tak apalah. Aku akan menyimpannya sendiri, seperti aku menyimpan kisah kasih kita.

Sampai detik ini tidak banyak yang tahu Nita tentang kita. Tentang sebuah lembaran surat curhat kita dulu. Semua lembaran itu masih saja kusimpan rapi dan kututup rapat rapat di jantung hatiku yang terdalam. Percayalah, tidak banyak yang tahu Nita tentang perjalanan kita. Tak apalah Nit, menyimpan rahasia kita itu lebih baik untukku.

Sekali lagi maafkan aku. Semoga kau bahagia Nita. Aku yakin itu, kau pasti bahagia karena DIA teramat menyanyangimu. DIA telah memilihmu Nita untuk menjadi bidadari di Surga.

 

Salam Larassati!!
B-kasi, 151112\7.00′

28 responses

  1. wish someday you can Wash the sorrow from off your skin🙂
    nice story mbak

    15/11/2012 pukul 1:26 am

    • Larasati

      terimakasih teman….someday hmm jadi ingat sebuah lagu neh hehehe

      15/11/2012 pukul 4:00 am

    • Larasati

      15/11/2012 pukul 4:04 am

    • Larasati

      As days go by
      and fade to nights
      I still question
      why you left
      I wonder how
      it didn’t work out
      but now you’re gone
      and memories all I have for now
      but no it’s not over
      we’ll get older we’ll get over
      we’ll live to see the day that I hope for
      come back to me
      I still believe that
      we’ll get it right again
      we’ll come back to life again
      we won’t say another goodbye again
      you’ll live forever with me
      someday, someday
      we’ll be together
      someday, someday
      we’ll be together
      I heard someday
      might be today
      mysteries of destinies they
      are somehow
      and are someway
      for all we know
      they come tomorrow
      for today
      my eyes are open
      my arms are raised for your embrace
      my hands are here to mend what is broken
      to feel again to walk on the face
      I believe there is more to life
      oh I love you much more than life
      and still
      I believe I can change your mind
      revive what is dying inside
      and someday, someday
      we’ll be together
      someday, someday
      we’ll be together
      someday, someday
      we’ll be together
      we’ll be together
      we’ll be together
      someday

      15/11/2012 pukul 4:06 am

      • lagu ini memng bagus ya non.. saya suka juga.

        15/11/2012 pukul 4:38 am

      • 'Ne

        Saya suka lagu ini mbak, soundtrack dari Film August Rush, salah satu film favorite😀

        15/11/2012 pukul 7:33 am

      • Larasati

        siiiiiippp wes pokokmen kita hehe

        15/11/2012 pukul 9:23 am

  2. Ikatan persahabatan yang didasari “lillaahi ta’ala” tak akan terputus oleh kematian. “Allohumma igfirlaha, warhamha, wa ‘afiaha, wa’fu anha amiin”

    15/11/2012 pukul 3:43 am

    • Larasati

      aamiinnn…terimakasih akang, salam untuk gilang yah…🙂

      15/11/2012 pukul 4:01 am

      • sepakat Kang🙂

        15/11/2012 pukul 5:46 am

      • Larasati

        makasih mba Ely🙂

        15/11/2012 pukul 9:24 am

  3. iya, semoga dia di tempat terbaik. aamiin

    15/11/2012 pukul 4:09 am

    • Larasati

      aamiinnn…terimakasih…salam kenal yah🙂

      15/11/2012 pukul 4:34 am

  4. ini kisah beneran….?

    15/11/2012 pukul 7:10 am

    • Larasati

      iya lah masak boongan hehe makasih yah sudah datang, salam kenal🙂

      16/11/2012 pukul 8:19 am

  5. 'Ne

    kehadiranmu di sana mungkin saja bukan yang paling utama mbak, tapi meski tak sempat untuk mengunjung, yang penting doa mbak Laras selalu ada..

    Semoga Nita bahagia di sana Aamiin🙂

    15/11/2012 pukul 7:31 am

    • Larasati

      mungkin yah…. makasih Ne setidaknya sedikit melegakan🙂

      15/11/2012 pukul 9:24 am

  6. kirain apaan kali, eh pan ternyata buat teman mbak laras yg sudah almarhumah…. semoga temannya tenang di kuburannya🙂

    15/11/2012 pukul 10:25 am

    • Larasati

      kalau gak baca dulu emang gak bakal tahu, makanya harus dibaca yah mas hehe makasih yaahhh🙂

      15/11/2012 pukul 10:33 am

  7. Sedih….

    15/11/2012 pukul 1:19 pm

    • Larasati

      udah gak ah udah setahun soale hehe

      16/11/2012 pukul 7:53 am

  8. Ikut berbela sungkawa yah

    15/11/2012 pukul 3:13 pm

    • Larasati

      terimakasih pak…sudah setahun yg lalu🙂

      16/11/2012 pukul 7:57 am

      • Saya ditinggal sobat karib di tahun 1987, sampai detik ini masih teringat. Sampai detil wajahnya pun masih teringat.

        16/11/2012 pukul 8:01 am

      • Larasati

        waahhh siipp yah, emang kalau dasarnya sahabat karena Allah insya allah akan terus ingat yah pak walau dah ditinggal pergi, makasih pak sharing2nya🙂

        16/11/2012 pukul 8:15 am

  9. Raf

    We’re all gonna die someday, memento mori🙂

    http://avenk27.wordpress.com/2012/11/05/memento-mori-ingat-suatu-saat-engkau-akan-mati/

    19/11/2012 pukul 1:25 pm

    • Larasati

      yup makasih link nya, meluncurrr🙂

      20/11/2012 pukul 11:49 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s