Ruang Gelisah # Dejavu…

Dan lorong itu akan membawa kita pada sebuah pemberhentian terakhir, sudahkah kita siap??

**** Tulisan ini hanya imajinasiku saja yang semakin sesak di ruang otak ku dan dengan cara menulislah maka aku bisa menanggalkan kesesakan otakku, terlalu panjang memang tulisanku ini jika sungkan di SKIP saja tapi jika tak sungkang bacalah hehe terimakasih🙂 ******

——————————————————————————–

Bagaimana bisa aku MEMAKIMU sedangkan kamu hanya sebatas kata yang selalu kuludahi dengan CINTA.

Jiwa ini sedang dalam fase gelisah yang akut tinggi. Entah kenapa, tiba tiba saja, aku merasa DEJAVU dengan kehidupan di masa laluku. Dan kegelisahanku ini akhirnya membuatku kalah pada keadaan, dimana aku harus rela menanggalkan sehari untuk tidur seharian. Tidur itu memang perlu untuk mengistirahatkan tubuh, otak dan hati kita yang tak henti hentinya bertarung sendiri melewati hari.

Apa hanya aku saja yang merasa bahwa isi tubuh kita ini saling bertarung untuk melewati satu hari dalam tiap perjalanannya sebelum akhirnya semua saling diam, bisu dan kaku ketika menemui sebuah kematian??

Apa kabar duhai engkau tubuh, masih perlu kah engkau tertidur sejenak hari ini sebelum akhirnya engkau diharuskan untuk berhenti berjalan dan berpulang? Aku masih ingin berpetualang, sehatlah!

Entahlah….

Dan rasa gelisahku kian meninggi ketika aku secara tiba tiba mendapati sebuah kata kasar yang kurasa itu tertuju padaku, oke, mungkin kata kasar itu memang pantas dilontarkan untukku yang lancang memasuki sebuah ruang yang semestinya aku tidak terlalu dalam memasukinya.

Ini KETOLOLANKU, kuakui. Dan maafkan atas KETOLOLAN ku ini.

Janji, diantara rinai air hujan yang tak henti hentinya turun dari langit. Seakan rinai hujan itu sengaja hadir diantara aku dan janjiku sendiri untuk tidak lagi masuk dengan lancang ke sebuah ruang itu. Dan rinai air hujan itu adalah jarum jarum langit yang sengaja turun ke  bumi untuk menikam nikam KETOLOLANKU.

Janji, diantara derai air mata ku yang tak sengaja memuncrat dari gelombang gelombang yang tersembunyi di kelopak mataku. Seakan gelombang itu sengaja mengumpal agar selebihnya bisa menjadi air hujan yang menetes dari kedua bola mataku.

Janji, diantara remuk redam nya tulang tulangku yang tak bisa diajak untuk berlari dan memaksaku untuk sejenak diam, selebihnya tidur yang paling aman.

Janji, diantara kata kata ku yang kutinggalkan jejaknya di status status ku dimana kata kata itu adalah sebuah kata yang benar benar kata hati terdalamku.

 

Baiklah, ini adalah rasa gelisahku yang lain. Dengan menulis maka aku bisa menguliti kegelisahan yang menempel pada tubuhku.

 

Saat entah kapan tepatnya, aku mendengar sebuah percakapan dua orang dewasa. Lebih tepatnya orang dewasa laki laki dan orang dewasa perempuan. Percakapan yang cukup menohok ruang jantung hatiku dan membuat otakku seakan harus kembali ke masa masa lalu ku. Masa masa dimana dulu aku hidup diantara lubang hitam yang tak sengaja aku ciptakan.

Perempuan itu, seperti saat aku dulu. Yang masih tak mau mendengarkan sebuah nasihat. Yang bebal dengan kata kata petuah panjang. Yang buta oleh cinta. Yang gelap oleh dunia. Yang hina oleh dosa. Yang munafik oleh kebohongan. Yang rapuh oleh kesombongan.

Sabarlah, hanya itu yang bisa aku katakan. Sembari aku mengenang, dulu barangkali, lelaki yang pernah menasihatiku juga berkata demikian.

Sabarlah, kelak dia akan mengerti apa makna dari sehelai kain yang menutupi diri.

Sabarlah, dan yakinlah bahwa semua akan berjalan indah pada akhirnya. Sekalipun, keraguan tetap ada dari kata “akan indah pada akhirnya” jika benih yang tertabur sekarang adalah benih kebusukan, tapi jika setiap hari disiram oleh air yang bening maka memang akan indah pada akhirnya. Tuhan tidak buta apalagi tuli maka hancurkanlah rasa ragumu itu.

Tapi kamu salah jika mencontohkan aku yang sekarang dibandingkan aku yang dulu.

Memang kamu benar, dulu aku memang jahanam. Dulu aku memang biadab. Dulu aku memang pelaknat. Tidak seperti sekarang yang kamu lihat. Tapi bukan berarti aku telah bersih dari dosa dosa masa lalu itu. Sampai kapan pun aku akan ternoda, seperti baju seragam sekolah kita yang terkena tinta, ia tetap meninggalkan bekas sekalipun noda itu terbasuh oleh cairan yang sedikit keras. Aku adalah dosa dan selamanya aku adalah dosa. Dan memang Tuhan itu pengampun, padaNYA lah aku meminta pengampunan.

 

Entahlah….

Aku benci dengan keadaanmu yang terus memaksa. Aku benci dengan keadaannya yang terus meraung dan aku benci dengan keadaanku yang hanya bisa diam tanpa satu langkah pun untuk menjauh. Aku benci dengan keadaan kita yang sekarang.

 

Sore menjelang, aku tetap pada kesendirian dalam kamar yang sengaja lampu nya tak kunyalakan. Bagiku kegelapan dalam kamar adalah caraku untuk lari dari serentetan ingatan masa lalu tapi justru malah menarikku lebih dalam pada perjalanan masa laluku.

 

Aku merajang kata kata diatas kepalaku sendiri. Kutanggalkan seisi otakku dan benar benar kulepaskan jantung hati ini.

 

Aku teringat lelaki itu. Dia lagi, kenapa harus dia lagi yang pernah kumaki maki hanya karena sebuah nasihat itu. Kutampar wajah gantengnya dengan kata kata panas hingga membuat wajahnya memerah.

“Andai kamu suamiku, aku mau menuruti kata katamu tapi……..”

Kata kata yang tak bisa lagi kuteruskan disini, karena kata kata inilah akhirnya aku kehilangan dia.

Menyesalkah aku?? iya walau tidak lagi untuk sekarang tapi setidaknya ada rasa bersalahku pada lelaki itu. Lelaki yang pernah menjadi nafas dalam detak jantungku. Kepergiannya membuat jantung hatiku melemah untuk berdetak. Lebih lemah dari detak jarum jam yang sekarat.

Entahlah, aku hanya ingin segera berlari dari keadaan ini.

Semakin aku tertarik pada keadaan silam. Aku teringat sebuah wajah dimasa laluku. Wajah lelaki yang lain, yang hingga detik ini aku menyimpan sebuah kerinduan kepadanya. Wajah lelaki tua yang kian menua dengan garis garis menonjol di tiap sudut wajahnya. Wajah yang tak bisa terhapus bayangannya dari ingatanku dan tak bisa kubunuh bayangan itu. Wajah yang sampai detik ini aku tak bisa mensajakkanya dalam sebuah hati.

Adalagi wajah perempuan tua ku yang sudah belasan tahun meninggalkanku sendiri pada tanah hitam yang kurasa sangat asing. Dan aku belum kuasa menerjemahkan apa arti sebuah perpisahan darinya yang tiba tiba saja harus aku hadapi.

Pada kematian mu aku ingin menerjemahkan makna kehadiran dan perpisahan, ibu. Tapi belum sempat aku menerjemahkannya, engkau sudah menghilang dari tanahku berpijak. Sedikitpun, tanpa jejak!!

Dua wajah yang membuatku semakin gelisah saat aku mendapati tubuhku yang kian rapuh menghampiri senja kehidupan. Dalam hati aku bertanya, apa yang sudah aku berikan pada mereka selama ini??

Dimana letak jantung hatiku?? Tunjukkanlah….aku sedang kalah dari resah!

Jantung hatiku, otakku dan tubuhku kini sedang bertarung melawan gelisah, melawan keadaan dan melawan waktu. Tapi aku tidak akan melawanMU lagi. Hidup tanpa namaMU adalah mati suri untukku.

Di tubuh telajang pun aku bisa menemukan MU!!

Salam Larassati!!

B-kasi, 231112//17.30′

lagi lagi foto dari CD design grafis yang aku miliki😛 entah punya siapa foto ini hehe

35 responses

  1. Napa ras? jangan sadis2 ah sama laki laki, seperti om DM ne, ga terlalu diseriusin, nyante mengalun [bukan berarti ga peduli pada sesuatu yang penting] ……..😀

    23/11/2012 pukul 11:14 am

    • Larasati

      hahahahha belom baca neh pasti???😛

      23/11/2012 pukul 11:16 am

      • He he he, bacanya pas menampar laki2 itu dengan kata2.😀 abis kepanjangan seeeh ras…… trus abu abu lg, jd bertanya2 Om, itu bener imajinasi [peng aplikasian gambar diatas kedalam tulisan] ato pengalaman pribadi?🙂 ato pengalaman pribadi yang di samarkan dengan keberadaan gambar….. Hayooooo……….😀

        23/11/2012 pukul 11:21 am

      • Larasati

        hahahahahaha terserah yg baca deh gimana mengartikannya yg jelas yah ini yg lg di otak hehehe bacaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa😛

        23/11/2012 pukul 11:31 am

  2. Larasati

    kok ndak bisa masang video diatas yah??

    23/11/2012 pukul 11:16 am

  3. Hidup tanpa namaMU adalah mati suri untukku. —> dalem banget

    23/11/2012 pukul 11:18 am

    • Larasati

      sedalem apa pak lambang??😀

      23/11/2012 pukul 11:31 am

      • sumur mungkin ?😛

        23/11/2012 pukul 11:58 am

      • Dalamnya laut dapat diduga dalamnya MU hanya Ferguson yang tahu. Hehehe….

        23/11/2012 pukul 5:38 pm

      • Larasati

        qeqeqeqeqeqeqeqe yuk pak maen bola lagi *LOL

        24/11/2012 pukul 5:54 am

      • Menchester City – Samir Nasri

        24/11/2012 pukul 7:11 am

      • Larasati

        seneng bola tapi kok gak apal nama2ne yah aku ini hehehe

        24/11/2012 pukul 8:05 am

    • Larasati

      kek nya pak Lambang juga belum baca neh, hanya baca bawahnya ajah hehehe

      23/11/2012 pukul 11:31 am

      • kayaknya harus ditaruh ditengah mbak.🙂

        23/11/2012 pukul 11:47 am

      • Larasati

        qeqeqeqeqeqeqe ntar rancu mas😀

        24/11/2012 pukul 5:49 am

      • hehehe. . maksudnya biar beda aja mbak.🙂

        Eh itu gravatar asa kenal. Di ciwalk ya?

        24/11/2012 pukul 8:34 am

      • Semudah itu mendugaku ? wiiih…… sok puitis.

        23/11/2012 pukul 5:39 pm

      • Larasati

        tidak rika hehehehehehe😛

        24/11/2012 pukul 5:54 am

      • Larasati

        iya di ciwalk mas Triyoga🙂

        24/11/2012 pukul 9:33 am

  4. Satu hal dari kalimat pembuka nih mbak, “Bagaimana bisa aku MEMAKIMU sedangkan kamu hanya sebatas kata yang selalu kuludahi dengan CINTA”. Kayaknya yang namanya di ludahi mau apapun namanya juga gak enak ya mbak. Hihihihi🙂

    23/11/2012 pukul 11:18 am

    • Larasati

      hahahahaha mas Triyoga juga belum baca neh pasti soalnya komentnya hanya kata2 atasnya saja xixixixixixixixixixixixi

      itulah namanya sebuah rasa yg tak bisa diejawantahkan yah, membenci tp cinta mencinta tp benci hehe

      23/11/2012 pukul 11:32 am

      • Komentar pertama muqadimahnya dulu mbak laras. hehe

        Setelah membaca dari ujung kepala hingga ujung kaki, saya paham mbak yang dibicarakan.🙂

        Tapi emang bener deh, tulisan ini kalo gak dibaca secara utuh bisa beda rasa beda cerita.😀

        23/11/2012 pukul 12:05 pm

      • Larasati

        aseeeggg….makasih mas sudah baca, tapi larass rasa semua tulisan utk bisa dipahami memang harus dibaca dulu ampe selesai mas baru bisa berkomentar klu setengah2 bacanya malah rancu nantinya😀

        24/11/2012 pukul 5:50 am

      • Tapi biasanya tu, orang naruh cuma di paragraf utamanya aja dulu. Tapi beberapa paragraf terakhir cuma sebagai tambahan aja lo mbak.😀

        24/11/2012 pukul 8:35 am

      • Larasati

        nanti utk postingan selanjutnya deh dibuat beda hehehehe

        24/11/2012 pukul 9:33 am

  5. waduhhh kyknya semangat bener nulisnya ya mbak atau lagi bener” fokus, nice post….🙂
    saya baru tahu klo hujan nama lainnya jarum langit hihihi

    23/11/2012 pukul 2:13 pm

    • Larasati

      hahahahaha lagi iseng ajah mas nulis ini, hujan, jarum, busur panah hmm itu hanya kiasan saja mas🙂

      24/11/2012 pukul 5:53 am

  6. Bahasanya dalem banget… karena saya cuma bisa di permukaan, jadi sulit mengetahui isinya secara pasti…😦

    24/11/2012 pukul 3:09 am

    • Larasati

      tidak perlu turut menyelam mba, bahaya kalau tidak bisa berenang bisa tenggelam hehehehe makasih yah mba yg dari Klaten…kangen juga ke Klaten😦

      24/11/2012 pukul 5:55 am

      • maaf mbak… saya dari solo… saya juga bukan mbak-mbak😀

        24/11/2012 pukul 1:25 pm

      • Larasati

        maaf maaf maaf baru ingat yg dari klaten itu mba ulfah yah😀

        jadi larass panggil pak ajah yah?? hhaaha maaaffff😀

        24/11/2012 pukul 2:53 pm

  7. ngga jelas…………… 👿

    24/11/2012 pukul 3:27 am

    • Larasati

      masih ketutup awan yah?? mendung sih😀

      24/11/2012 pukul 5:56 am

  8. 'Ne

    Mbak Laras.. *nggak bisa ngomong apa2🙂
    setiap diri pernah melakukan kesalahan, maafkanlah diri sendiri agar mampu berjalan maju.. saat bayangan hitam itu datang temuilah DIA curhat dan menangis sejadi2nya padaNYA.. semoga setelahnya hati sedikit lega dan kegelisahan sirna. mungkin orang lain tidak selamanya mampu memahami tapi percaya saja DIA selalu punya cara2 yang penuh misteri🙂

    akan indah pada waktunya🙂

    24/11/2012 pukul 4:41 am

    • Larasati

      🙂

      24/11/2012 pukul 5:56 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s