Selamat Pagi Cinta…

Apa kabar hari Minggu?? Andai aku bisa menjadi hari, aku ingin engkau selalu menjadi hari Jumat Sabtu Minggu dan kembali lagi kepada Jumat Sabtu Minggu, begitu seterusnya tanpa harus melewati Senin, Selasa, Rabu, Kamis. Tapi kalau tidak ada empat hari ini hidup tidak terasa lengkap yah, mungkin seperti kehadiran matahari di pagi hari yang cerah yang lambat laun beranjak menjadi siang yang gerah lalu sore yang mendung terus menjadi senja yang gerimis dan lalu malam yang merintikkan hujan diantara kegelapan langit.

Perputaran yang sempurna. Aku berharap perputaran hidupku juga sempurna. Lahir lalu beranjak menjadi anak anak terus remaja dan kini dewasa yang merambat menjadi tua. Ah, umur ini sudah semakin mendekati umur senja, apa nantinya aku akan kembali menjadi umur anak anak lagi setelah melewati umur senja??

Entahlah, untuk saat ini aku menikmati umur yang mulai merambat menjadi senja ini. Membiarkan semuanya terjadi yang semestinya terjadi sekalipun dua pilihan itu tidak pernah mau lepas dari detak jantungku. Dua pilihan yang selalu membuatku terkurung dalam dilema. Antara ada dan tiada, antara hitam dan putih, antara cinta dan benci, antara aku dan kamu. Yang ingin selalu bersatu dalam satu cawan tapi sesekali menjauhi cawan tanpa sebab dan alasan.

Barangkali semua terjadi karena hingga detik ini aku belum bisa mengeja makna sebuah CINTA. Adakah yang mau mengajarkan aku tentang CINTA itu?? Yang aku tahu CINTA itu hanya selembar daun kering yang terjatuh ke tanah, terinjak, terbawa angin, lalu mati pada tumpukan tanah merah yang basah. Entah oleh airmata, hujan atau gemuruh laut yang mengombak. CINTA bagiku sebuah pengorbanan yang tak bisa diuraikan seperti apa rasa dan aroma nya, apalagi warnanya. Tapi aku ingin warna CINTA itu merah pekat seperti darah yang menetes dari sayatan nadi nadi hatiku.

Selamat pagi CINTA, semoga Minggu di ujung tahun 2012 adalah CINTA untuk kita semua.

Aku pun selalu mencoba pada sepertiga malam dan terus berusaha untuk meresapi CINTA diujung puting TUHAN, sebelum akhirnya aku mencapai puncak langit. Dan kembali menjadi aku yang asing.

 

Salam Larassati!!

B-kasi, 301212\9.00′

 

Kasih bonus hehehe

13 responses

  1. semoga segeraditemukan dgn cinta nya mbak

    suka dengan endingnya nih

    Happy Sunday ya

    klik dulu ah videonya

    30/12/2012 pukul 4:44 pm

    • happy sunday juga mba elly, bisa kan video nya??

      30/12/2012 pukul 6:00 pm

  2. wah laras kebalikan sama saya, saya pinginnya gak ngelewati hari sabtu d minggu. sbab ngajarnya padat sekali je.

    30/12/2012 pukul 5:10 pm

    • hahahahaha yah udah sini hari sabtu minggu nya aku pinjam ajah, yg senin, selasa, rabu, kamis punyaku tak kasih mba ajah, gimana??😀

      30/12/2012 pukul 5:54 pm

  3. Kalau kalender ‘Jowo’ hanya 5 hari saja : Pon, Wage, Kliwon, Legi, Pahing.
    Apa hari Jowo apa yg disenangi mbak Laras ? 🙂
    Selamat Tahun Baru 2013… Tambah sukses yo mbak…🙂

    30/12/2012 pukul 9:41 pm

    • kliwon pak bams hehehehehehehe apalagi malam jumat kliwon, keknya berasa banget kalau pas saat mengaji

      selamat tahun baru juga pak bams🙂

      01/01/2013 pukul 7:44 pm

  4. metamocca

    Ketika kebahagiaannya lebih penting dari kebahgiaan kita, itulah cinta. Seperti cinta saya ke anak-anak. ^^” hehe..

    Selamat tahun baru, Mbak Laras. Semoga tambah sukses, sehat, bahagia, dan apa yang diinginkan tercapai. Amin!

    ^^

    30/12/2012 pukul 11:55 pm

    • cinta ibu kepada anak itu memang besar yah dan tak kan tergantikan….

      01/01/2013 pukul 7:45 pm

    • tapi bagaimana dengan ibu2 yg suka membunuh anaknya yah?? apa si ibu itu sedang dibutakan cinta nya??

      01/01/2013 pukul 7:46 pm

      • metamocca

        itu ibu yang sedang gila..😆
        *amit2*

        02/01/2013 pukul 11:25 am

      • iya, amit2 juga mba #elus elus perut# hehe

        03/01/2013 pukul 2:57 pm

  5. Cinta itu adalah Komitmen. Hanya satu kata tegas itu yang bisa mewakilinya.
    Komitmen untuk bisa saling mengisi, saling menutupi, dan saling melengkapi, sehingga kualitas kerapatannya (kebersamaannya) menuju kesempurnaan. Seperti yang digambarkan dalam proses menganyam.

    Cinta yang tidak disertai dengan komitmen, bukan cinta namanya, tapi hanya sekedar “menyukai” atau yang paling rendah adalah “bernafsu”.

    kau datang membawa s’gala rasa
    dan kata yang kau pikir itu cinta
    kau juga membawa s’gala janji
    dan mimpi yang kau kira itu cinta …

    31/12/2012 pukul 9:00 am

    • komitment yah pak, iya sepertinya larass emang tidak terlalu fokus dgn komitment2 itu….pengennya berlalu begitu saja, seperti sampah dan ikan mati yg mengikuti arus (kata mbah Sujiwo Tejo)

      makasih yah pak Iwan, tanpa sengaja mengenal pak iwan di blog itu sedikit demi sedikit mulai mencoba utk merubah pandangan hidup….selama ini memang hanya hidup dalam tempurung yg tanpa dasar cinta atau adanya cinta yg tidak disadari….susah sih menjelaskannya pak hehehe

      01/01/2013 pukul 7:50 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s