Lima Belas Tahun…

sunset pekalongan

Senja, adalah teman yang tak bisa lekang dari ingatan. Tentang sebuah kenangan, tentang sebuah teriakan amarah, tentang sebuah tetesan airmata yang membasahi butiran butiran pasir, tentang canda tawa yang memekakkan telinga, tentang cinta yang pernah terikat yang pada akhirnya kandas tertelan ombak.Sekeras apapun rasa itu jika memang bukan yang termiliki maka rasa itu pun akan kembali pada lajuan gelombang. Sedasyat apapun gelora yang menghalanginya kembali jika memang ia yang terpilih maka rasa itupun akan kembali melandai mengikuti lajuan perahu yang telah siap siap menurunkan layar nya dan berhenti pada sebuah pilihan.

Aku jadi ingat tentang kata katamu “Aku berada disini adalah sebuah pilihan dan kamu berada disini juga adalah sebuah pilihan. Pilihan yang terkadang tak bisa kita kendalikan. Sebuah pilihan yang tak bisa kita larungkan. Sekalipun layar itu telah ingin segera berkembang. Sebuah pilihan yang terkadang bukan yang kita kehendaki. Inilah hidup, nona!!”

Kata kata mu itu selalu terngiang di kedua daun telingaku. Seakan akan kata kata mu itu yang selalu mengingatkanku untuk selalu pulang. Kata kata mu seperti telah menjadi mantra dalam jiwa raga ku untuk mengingat bahwa kelak kita memang harus pulang.

Pulang, iya aku memang harus pulang. Pulang untuk menjumpai sebuah jantung hati yang telah lama kuanggap mati.

Jantung hatimu kah?

Sepertinya bukan atau entah??

Lima belas tahun sudah aku meninggalkanmu dan itu bukanlah waktu yang singkat. Bukan pula waktu yang bisa dengan mudahnya berlalu dengan membalikkan telapak tangan kita. Iya, lima belas tahun itu adalah waktu yang cukup panjang dan lama.

Lima belas tahun berpisah dan itu bukanlah hal yang ringan untuk kita kenang atau untuk kita lupakan.

Tentunya, banyak kisah yang mewarnai kita selama lima belas tahun itu dalam pencarian kita sendiri sendiri. Pencarian?? sepertinya pencarianmu telah sampai pada titik temu sedangkan aku?? Iya, aku belum satu pun menemukan titik temu dalam sebuah pencarian itu.

Ah, ternyata lima belas tahun ku berlalu begitu saja tanpa aku mengukir dan menjejakkan kaki yang lebih berarti. Sia sia?? mungkin atau tidak??

Waktu tidak pernah bicara sekalipun waktu lah yang merengut semua harapan dan jejak kita. Dan waktu pula yang melenakan kita akan kenikmatan semu belaka. Waktu pula yang kelak akan menjadi lorong kesunyian kita ketika kita telah sampai pada titik temu, dimana ia bernama PULANG.

Ah, aku rindu kamu. Sungguh, aku sangat sangat merindukanmu. Canda tawamu saat berlarian diantara riakan ombak. Cumbu mesramu saat berkejaran dengan ombak. Kecup mesramu saat kita merebah pada tepian pasir dan ombak.

Bagaimana caranya aku mensajakkan rinduku padamu?

Kata kata yang aku punya ternyata telah usang setelah lima belas tahun berlalu begitu saja. Dan rasa itu pun kandas bersama tenggelamnya cahaya matahari menuju bumi pada tepian pantai yang semestinya tak pernah bertepi.

Kau tahu, laut dan langit tak pernah bisa bersatu. Seperti cinta yang pernah kita titipkan pada tiap gelombang yang menghantam batu karang. Sekuat apapun cinta itu menghantam karang tetap saja cinta itu lambat laun akan berkeping keping menjadi ikan ikan kecil yang saling berlarian. Mencari jalannya masing masing demi sebuah kehidupan yang lebih baik.

Kelak bila kita dipertemukan kembali dalam satu tubuh, aku ingin menjadi airmata mu sebagai penganti luka lara mu yang pernah kutancapkan di hatimu.

Pada senja, aku ingin memelukmu untuk kesekian kalinya. Tapi aku masih disini dan kau masih saja disana. Ada jarak yang terbentang sekalipun jarak itu bukan sebuah alasan untuk kita. Inilah sebuah pilihan yang tak bisa kita lawan. “Inilah hidup, Nona!!”

Itu yang selalu kuingat darimu, teman!

 

Salam Larassati!!

Tepian Kota Mimpi, 120213//18.00′

#just my imagination, thanks for my best friend. I miss you!#

30 responses

  1. ~Ra

    Kemana aja Neng?

    Nggak pernah muncul… 😀

    12/02/2013 pukul 8:23 pm

    • hai ra….iyaaa….aku sekarang lg gak ada modem neh jadi sulit online sekalinya online hanya post doang, maafkenn yaahhh…sekalinya BW sedapatnya saja😦

      13/02/2013 pukul 7:57 pm

      • ~Ra

        Iya, gpp. Yang penting sehat.🙂

        13/02/2013 pukul 8:00 pm

      • Alhamdulillah…Rara skrg sukanya posting lagu yaahh

        13/02/2013 pukul 8:00 pm

      • ~Ra

        Iya.. menceritakan lagu melagukan crita.. 😀

        13/02/2013 pukul 8:07 pm

  2. Cuma imajinasi? Jadi ini fiksi? Tapi kayak ditulis perasaan Kak, nyentuh :’)

    12/02/2013 pukul 8:43 pm

    • karena nulisnya pake perasaan Nona!!😀

      13/02/2013 pukul 7:58 pm

  3. dalam… sedalam sumur (baca ala pembawa acara silet)

    tetap… sunsetnya menawan.

    12/02/2013 pukul 8:50 pm

    • hahaha jangan dalam dalam mas Ryan😀

      13/02/2013 pukul 7:59 pm

      • dalam gpplah.
        sedalam lautan.
        *ni bahas apa ya*

        14/02/2013 pukul 7:53 am

      • haha bahas perasaan yg dalam mas😀

        14/02/2013 pukul 4:00 pm

  4. Membayangkan andai temanmu membaca postingan ini😛

    13/02/2013 pukul 2:16 am

    • dia baca kok dan seperti biasanya hanya nyengir😀

      13/02/2013 pukul 8:00 pm

      • emang dia siapa yah?? hehehehe

        13/02/2013 pukul 8:00 pm

  5. cantik sunsetnya. walau tulisannya agak galau.😛

    13/02/2013 pukul 7:02 am

    • eh apa iya sih tulisannya galau??

      13/02/2013 pukul 8:01 pm

  6. permainan katanya bagus mba…

    13/02/2013 pukul 10:10 am

  7. permainan katanya bagus mba…

    13/02/2013 pukul 10:10 am

    • yuk kita main mainan kata😀

      13/02/2013 pukul 8:02 pm

  8. Eheeeeemmmmm, merinding aku Larassss…keren deh kat katanya..

    13/02/2013 pukul 11:16 am

    • kok merinding sih buneee, emange ini cerita tentang hantu??😀

      13/02/2013 pukul 8:02 pm

  9. saya kepingin liat sunset😦

    13/02/2013 pukul 11:19 am

    • saya juga pengen lihat sunset….kangen sama sunset😦

      13/02/2013 pukul 8:03 pm

      • malahan saya belum pernah liat sunset secara langsung…😦

        14/02/2013 pukul 7:53 am

      • apa iya?? lihat disana gak ada?? dibelahan mana sih?

        14/02/2013 pukul 4:01 pm

  10. Kaya nyata aja ya. Jgn2 emang temen asli nih… temen khayalan.😯

    13/02/2013 pukul 9:01 pm

    • hehe kan ada tulisane mas perawat, just my imagination walaupun basic nya asli hehe

      14/02/2013 pukul 4:02 pm

  11. Pastinya true story nih… tentang sunset dan pantainya lho…🙂
    – menyapa Larass di senja hari –

    18/02/2013 pukul 12:59 am

    • Hahahahaha #ketebak juga# tapi gak sepenuhnya bener kok pak, seneng deh disapa pak Bams🙂

      19/02/2013 pukul 8:21 am

  12. Langit dan Laut bersatu lagi Laras. Bersatu di hatiku hahaha

    19/02/2013 pukul 10:31 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s