Peron Di Ujung Penantian…

stasiun

130213. Rabu yang asing.

Tepat pukul empat pagi aku sudah terjaga. Iya karena memang alarm kusetel pada jam itu. Kebiasaanku memang, seharusnya aku bisa lebih terjaga setengah jam sebelumnya, seperti yang sudah sudah tapi semalam karena aku tertidur sedikit larut maka aku sengaja mengulur setengah jam untuk bangun.

Ada niatan hari ini untuk melakukan sebuah perjalanan. Hmmm menghabiskan uang? Mungkin iya mungkin tidak. Aku tidak tahu apa makna kata dari menghabiskan uang. Yang aku tahu, setiap hari kita memang mengeluarkan uang dan juga mendapatkan uang. Balance. Syukur syukur kalau mendapatkan uang nya bisa lebih dari yang kita keluarkan. But, who knows??

Uang. Aku jadi ingat lelaki lampauku. Dia selalu merasa kekurangan apalagi dengan yang namanya uang. Padahal segalanya terpenuhi.

Makan tinggal makan dan tak perlu membayar. Tidur juga tinggal tidur tanpa perlu membayar sewa semalamnya berapa. Tapi tetap saja dia mengkhawatirkan dirinya tentang masa depannya yang tak ber-uang.

Hai…boleh aku bilang satu hal padamu?

Uang memang penting tapi jangan sampai lah kita diperbudak sama uang. Biarkan uang itu datang dan pergi sesuka hatinya. Jangan terlalu dikekang dan jangan terlalu dikejar. Dia tahu kok kapan dia dibutuhkan dan kapan dia akan diabadikan.

Andai saja kau memahami bahwa uang bukanlah kenikmatan yang utuh. Andai saja kau tahu bahwa pahitnya kopi hitam ini adalah sebuah kenikmatan yang tak bisa diutarakan. Andai saja kau tahu bahwa perjalanan dengan kereta itu sungguh menyenangkan. Andai saja kau tahu bahwa kehadiranku dulu barangkali saja bisa menjadi pelipur laramu. Tapi sayang, kau lebih menilai segalanya dari sisi mata uang.

Aku tak ber-uang tapi aku manusia. Hahahahaha aku ingat betul dulu ketika aku bercanda begitu kau langsung manyun dan mengacak ngacak rambutku yang sudah terlanjur kupangkas pendek. Sependek rasa kisah kita yang akhirnya benar benar harus berakhir.

Kau pergi, iya akhirnya kau pergi dengan meninggalkan semua harapan harapan yang sudah kita pupuk bersama. Tiga tahun. Bukan waktu yang singkat untuk saling berbagi. Tapi pada nyatanya tiga tahun pun berlalu begitu saja tanpa ada sisa sisa rasa yang membuatku buncah. Sekalipun panah luka itu mendarah dan menanah.

Kau pergi, iya kau pergi dengan alasan kau ingin mencari uang. Hingga membuat aku sadar bahwa ternyata kau lebih mencintai uang daripada aku yang sudah tiga tahun lamanya menemanimu.

Tiga tahun yang terkalahkan hanya karena uang.

Selamat jalan cinta. Semoga uang akan menyadarkanmu bahwa akulah mata uang berharga yang seharusnya kau cari.

 

Salam Larassati!!
Peron Stasiun Tanah Abang, 130213\\14.30′

 

#just my imagination, daripada bengong nunggu kereta selanjutnya karena aku ketinggalan kereta😀 #

42 responses

  1. jadi inget lagunya Nicky Astria mbak.

    “Memang uang bisa bikin
    orang senang bukan kepalang uh…
    Namun uang bisa juga
    bikin orang mabuk kepayang uh…
    Lupa sahabat, lupa kerabat
    lupa saudara,
    mungkin juga lupa ingatan
    oh…uang…
    oh…lagi-lagi uang”

    uang bisa bikin orang lupa bakalan mati…hiii serem ya..🙂
    inspiratif postingannya mbak..
    trims ya

    13/02/2013 pukul 6:57 pm

    • heeh lagu itu ngena banget yah pak heri…matur suwun pak, sudah mampir disini🙂

      13/02/2013 pukul 7:51 pm

  2. bagus mba aku suka postingan nya🙂

    13/02/2013 pukul 7:51 pm

    • hai….makasiiihhhh….🙂 apa kabar??

      13/02/2013 pukul 7:54 pm

      • sama-sama mba😉
        alhamdulillah baik mba ….mba apa kabar ??

        14/02/2013 pukul 2:05 pm

      • alhamdulillah baik…..🙂

        14/02/2013 pukul 4:05 pm

      • syukur klo gitu mba *hugs*

        15/02/2013 pukul 1:23 pm

      • Aku masih kesulitan buat BW neh, pengen baca2 QN mu neh yg biasanya penuh semangat🙂

        19/02/2013 pukul 8:07 am

      • akh mba biasa aja ko malah punya mba bagus2 banget😀

        19/02/2013 pukul 1:22 pm

      • jangan begitu, semua manusia punya kelebihan dan kekurangan masing2. keep smile yah🙂

        24/02/2013 pukul 1:22 pm

  3. Asyik epilognya, gombal2 gimana gitu.

    13/02/2013 pukul 9:29 pm

    • hahahahahaha hidup ini emang sebuah kegombalan yah mas perawat😀

      14/02/2013 pukul 4:07 pm

  4. Umume ning stasiun mbalapan, kok iki stasiun tenabang ?

    13/02/2013 pukul 10:21 pm

    • lah mbalapan kan di solo, ini kan di jakarta hehehe

      14/02/2013 pukul 4:07 pm

      • mulanekuwe, makadariitu

        15/02/2013 pukul 9:08 am

  5. Wah .. nanti kalau sdh ndak ad auang lagi, dia juga bakalan tak punya cinta ya🙂

    13/02/2013 pukul 10:27 pm

  6. tempat yang sangat familiar buat saya… krn dulunya gawe dibelakang tanah abang alias daerah roxy…

    13/02/2013 pukul 11:16 pm

    • waaahhh sekarang dimana mas capung?? udah terbang yah…

      14/02/2013 pukul 4:09 pm

  7. aahhhh du it..bikin orang mau saja do it yang ndak bagus…:(

    14/02/2013 pukul 2:44 am

    • xixixixixixixi teteh, gak kangen larass yah??😀

      14/02/2013 pukul 4:09 pm

      • Laraasssss teteh minta maaf niiih…belum sempat ke toko buku atau toko suvenir, yg sakit gantiaaaan..sekarang Ola sama kang mas yg sakit, barusan baru pulang dr dokter😦

        14/02/2013 pukul 4:15 pm

      • emang larass minta apa yah teh?? lupaaa…..cepat sembuh yaahhh buat ola….biar bisa njepret2 lagiiiii

        14/02/2013 pukul 4:24 pm

      • Itu lho postcard…:)

        14/02/2013 pukul 4:32 pm

      • oalaaahhh…Larass malah lupa teeehhh…., lama gak maenan di blog soale

        14/02/2013 pukul 5:59 pm

  8. jangan sampe dikendalikan sama uang, karena kita yang harus mengendalikan uang,, #sok.bijak#😀

    14/02/2013 pukul 9:46 am

  9. terbangnya ngga jauh2, lagi coba muterin daerah selatannya…ngumpulin receh demi receh…

    14/02/2013 pukul 6:20 pm

    • aseeegggg…ntar bagi yah mas kalau recehannya ada sisa hehe

      14/02/2013 pukul 7:06 pm

  10. ambil uang secukupnya saja, jangan berlebihan

    14/02/2013 pukul 8:23 pm

    • Siap pak dokter🙂 #xixixixixi ngarang yah aku😀

      19/02/2013 pukul 7:59 am

  11. ini fiksi?
    ah, kukira dirimu jatuh cinta beneran..

    14/02/2013 pukul 8:45 pm

    • Xixixixixixixi enggaklah bu dokter…😀

      19/02/2013 pukul 8:01 am

    • Xixixixixixixi enggaklah bu dokter…😀

      19/02/2013 pukul 8:01 am

    • Xixixixixixixi enggaklah bu dokter…😀

      19/02/2013 pukul 8:01 am

  12. mungkin mencari uang demi membahagiakan larass?
    ato cari uang sebagai alasan putus?
    ato uang cuma kedok dowang ada maksud lain?
    masih banyak kog uang yang dikau punya, uang batin dari tuhan..

    17/02/2013 pukul 12:29 pm

    • Hehehe ini kan fiksi mba tin, not me xixixixi itu tulisan nonggol pas nunggu kereta di peron tenabang xixixixi aku ketinggalan kereta, nunggu sejam lagi😦

      19/02/2013 pukul 8:11 am

  13. Suka di paragrap “…. perjalanan dengan kereta itu sungguh menyenangkan..”
    #nostalgiaKRL

    18/02/2013 pukul 1:08 am

    • Iya betul, naik kereta sembari lihat jalanan itu sungguh menyenangkan….menumbuhkan pemikiran bahwa kehidupan ini sangat cepat berlalu klu kita lenggah sedikit sungguh pasti tertinggal jauh….pernah aku menulis ttg hal ini klu gak salah judulnya perjalanan hari ini dan itu tulisan yg panjaaannggg sekali walau aku menulisnya pas diatas gerbong kereta😀

      19/02/2013 pukul 8:24 am

  14. Suka mata uangnya hehehe

    19/02/2013 pukul 10:28 pm

    • mata uang om denny sangat berharga yah, apalagi si kecil yg semakin tumbuh besar yah pasti lagi ngemes2sinnya

      24/02/2013 pukul 1:26 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s