Lautan Cinta…

lautan cinta

 
Hati. Yang dia tahu hati itu berwarna merah pekat dan bentuknya seperti pantat. Tapikenapa yah banyak sekali yang menggagumi hati bahkan hati itu dipuja puja. Ada yang lebih heboh lagi kalau hati untuk diberikan kepada orang lain. Yang lelaki diberikan ke yang perempuan dan begitu sebaliknya. Bahkan ada yang parah sesama jenis pun bisa saling membagikan hati.

Gadis itu bernama Mirah. Kejawen tulen yang sekarang sudah menetap dan tinggal di ibu kota. Dua belas tahun bukanlah waktu yang singkat dan dalam dua belas tahun itu pun diperlukan perjuangan yang sangat berat.

Hitam putih kehidupan ibu kota sudah menjadi makanan kesehariannya. Kekerasan, pemalakkan, kesombongan, keegoisan, kemunafikan bahkan penghinaan harga diri. Sudah menjadi hal biasa dalam setiap jejak yang dia torehkan hanya demi sebuah karier.

Karier?? Ah terlalu bodoh dan primitif sekali tujuan hidupnya saat itu. Andai saja dia menyadari bahwa karier tidak selamanya menjadi kebahagiaan masa depannya. Andai saja ketika usianya yang ke 24 tahun dia menerima pinangan dari seorang lelaki yang asing dalam hidupnya. Mungkin ceritanya akan lain dan tak akan setragis seperti yang dia alami sekarang.

Karier. Mimpi yang tinggi dan mimpi yang akhirnya tak terbeli hanya karena hati nya telah terkoyak koyak pada landaian yang dia banggakan selama ini. Hati seorang lelaki yang teramat dia cintai pada usia 24 tahun dan hati yang ternyata menjadi penghancur masa depan kariernya.

Lelaki itu, setiap Mirah mengingatnya selalu saja butiran airmata tak pernah lelah untuk membasahi pipinya sekalipun dia telah mencoba untuk menahannya. Tetap saja, bendungan kelopak matanya kalah oleh derasnya airmata. Sesekali sekedar sesengukkan saja. Tapi rasa sesak selalu membuatnya lelah dan kalah. Enggan rasanya dia melangkah untuk melanjutkan hidupnya.

Sekali pernah terbesit dalam otaknya untuk mengakhiri perjalanan hidupnya tapi entah kenapa hingga detik ini dia masih bisa bertahan dan mencoba untuk terus melangkah. Dia heran, seakan ada kekuatan dalam hati nya yang telah terkoyak luka dan bernanah itu. Kekuatan yang entah dari mana datangnya. Kekuatan yang sesekali terselip sebuah makna cinta hanya karena sebuah canda tawa dan bahagia. Cinta yang terkadang hadir di dunia maya yang dia ciptakan.

Cinta. Dia tidak bisa mengejanya sekalipun dia merasakan getar getar rasa yang bernama cinta. Seperti gelombang lautan yang terombang ambing, cinta itu berlayar diatas sampan dan sesegera mungkin ingin bertepi dan menjumpai sebuah harapan.

Tapi sayang, luka nya teramat parah hingga dia tak kuasa menerima cinta cinta yang saling berlarian dan setia dalam penantian. Dia hanya diam. Menunggu kematian? Entahlah, dia sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya dia tunggu untuk saat ini. Hatinya memang berteriak ingin segera mengakhiri masa kesendiriannya tapi setiap ada hati yang ingin berbagi, dia langsung beringsut dan menarik kembali harapan untuk segera menuju ruang penyatuan hati.

Waktu berlalu, sangat cepat berlalu. Dia tak menyadarinya hingga pada suatu hari, tepat diangka delapan belas, dia merasa tersekat dengan angka itu.

Ah, angka ini kenapa menjelma menjadi lorong yang akan membawanya masuk ke dalam sebuah ruang bernama kesunyian? Ruang yang selama ini tanpa sadar dia ciptakan hanya untuk sebuah kepuasan semu. Ruang yang terang namun gelap dan ruang yang gelap namun cahaya terang benderang menghalangi pandangannya.

“Taraaaaaaaaaa….selamat ulang tahuuuunnnnn”

Suasana yang sungguh membuat dia tidak nyaman dan semakin membuat dia terpojok dan tersekat. Ingin rasanya saat itu berlari yang jauh meninggalkan kebisingan suara teman temannya. Tapi tubuhnya terkalahkan oleh pelukan dan genggaman erat teman sekantornya.

Senyum nya menggambang, jauh melayang seperti pikirannya yang tak bisa lagi dipaksa untuk terbang keangkasa menembus awan. Yang ada di otaknya saat itu hanya angka tiga. Angka yang sangat dilematis.

Kini dia menepi, menanggalkan semua yang selama ini dia miliki. Harta, uang, kekayaan, pangkat yang selama ini dia bangga banggakan. Semua dia tinggalkan. Terlalu naif atau ini sebuah pilihan yang tepat untuknya?? Entahlah, dia hanya menyakini satu hal bahwa Tuhan selalu bersamanya. Sedetik pun Tuhan tidak akan pernah pergi meninggalkannya. Tidak seperti lelaki nya yang saat usia 24 tahun dia cintai tapi hingga detik ini tak ada kabar secuil pun tentangnya menghampiri. Dan, tidak seperti teman temannya yang hanya datang ketika mereka membutuhkan. Tuhan tidak demikian.

Kini dia kembali dan memilih arah untuk pulang. Pulang ke masa yang ceria dan penuh bahagia bersama teman teman dimasa lampaunya, kala itu di masa kecilnya. Mereka tetap sama, melebarkan lengan dan membawanya dalam pelukan.

“Akhirnya kau datang juga setelah lama kau meninggalkan aku, Mirah” begitu kata seorang lelaki dimasa kecilnya.

“Maafkan aku karena datang tanpa membawa apapun dan aku terlambat”

“Tidak ada kata terlambat, Mirah. Dan asal kau tahu, aku sama sekali tidak membutuhkan apapun darimu, yang aku butuhkan adalah hatimu yang utuh dan sebuah hati yang tak lagi bernanah dan berdarah”

“Apa yang harus aku lakukan sekarang?”

“Akan aku ajarkan kau bagaimana caranya membasuh hatimu yang luka itu. Ikutlah denganku”

Dia hanya pasrah dalam langkah dan genggaman seorang lelaki di masa kecilnya, sekalipun dia adalah sebuah bayangan. Lelaki itu telah berada di surga, mendahuluinya. Mengakhiri hidup demi sebuah nyawa Mirah yang terancam oleh dua orang lelaki malam.

Kini Mirah telah nyaman dan bahagia berada diantara gelombang lautan CintaNYA.

 

Salam Larassati!!

Tepian Kota Mimpi, 140213//17.00′

 

#just my imagination yang masih acak kadut hehe beri aku respon dong dari kisah ini, mungkin masukan atau kritikan. Okeee….🙂 #

 

23 responses

  1. Bunuh diri ituh? ko bunuh diri?
    kritikan? lha nulis aja teteh ngga pinter, gimana mau ngasih masukkan🙂

    14/02/2013 pukul 6:33 pm

    • ah teteh merendaahhh…..ayo dong kritik tulisan akuuu

      14/02/2013 pukul 7:05 pm

    • sepakat nih sama mbak Wie, belum berani ngasih kritikan🙂

      14/02/2013 pukul 8:59 pm

      • Lha yg mau dikritik pinter nulis ya mbak Ely, jadi cukup sebagai penikmat eh menikmati sajaaaa🙂

        14/02/2013 pukul 9:12 pm

      • Menikmati memang lebih menyenangkan yah teh dewi…ak jg pengen pmenikmati jadinya #LOL

        19/02/2013 pukul 8:04 am

      • Kalau gitu kasih masukan ajah mba🙂

        19/02/2013 pukul 8:03 am

  2. Ada juga lautan cinta ya Non..kirain lautan susu..kaya lagi Koes-ploes jadul itu..”bukanlautan hanya kolam susu..” eh beda ya…hihihi

    14/02/2013 pukul 6:33 pm

    • hehehehehe aku ketawa teh baca koment teteh😀

      14/02/2013 pukul 7:06 pm

  3. hati kaya pantat hihihii …. pantat baby ya mba😀
    suka banget sama kata-kata “Akan aku ajarkan kau bagaimana caranya membasuh hatimu yang luka itu. Ikutlah denganku”

    14/02/2013 pukul 8:41 pm

  4. bagus kok, mbak. cuma palingan EYD aja yg masih agak mesti dibenahi🙂

    14/02/2013 pukul 9:40 pm

    • Oh EYD nya yah? Oke makasiiihhh koreksinya, ntar aku edit2 yah. Makasih yah, salam kenal🙂

      19/02/2013 pukul 8:05 am

  5. wah…
    kirain ceritanya tentang apa… ternyata oh ternyata…

    15/02/2013 pukul 8:44 am

    • Haha emang ngiranya tentang apa mas Ryan? Emang ini tentang apa sih? Aku sendiri juga bingung hehehe

      19/02/2013 pukul 8:06 am

  6. mbak laras harus tetep semangaaaats ^^

    15/02/2013 pukul 12:32 pm

    • Semangat utk apa? Aku semangat menunggu undangan darimu plus tiket PP Jakarta Kendari #LOL

      19/02/2013 pukul 8:07 am

  7. 1. bahasa biasa, susah dicerna
    2. eyd masih tulalit
    3. tema-nya kog larass banget ya, udah nyaman gitu sama tema gini?

    17/02/2013 pukul 11:02 am

    • Mba Tintin, maksudnya theme nya yah?? Hiks beberapa ada yg bilang klu theme nya tulisannya terlalu kecil2, lg nyari2 blum ad yg sreegg…soal EYD oke oke nanti aku edit mbaaaa….makasih yaahhhh…muuaaacchhh🙂

      19/02/2013 pukul 8:09 am

  8. Bagus mbak, ga kaya saya niat bikin fiksi ga jadi-jadi.

    17/02/2013 pukul 2:42 pm

    • Sama. Itu ajah aku mood2an kok😀

      19/02/2013 pukul 8:12 am

  9. Laki-laki memang begitu Laras. Makanya aku ga suka sama laki-laki hahaha

    19/02/2013 pukul 10:17 pm

    • jihaaaaaaaaaaahhhaaaa….bisaaa ajah, tapi aku tetep demen sama lelaki😀

      24/02/2013 pukul 1:24 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s