Ranting pun Bercabang juga…

ranting

@Larassati18: Seperti ranting itulah jalur dan alur hidup kita. Berseberangan walau sama sama pada satu tanah dan satu arah. Menuju[h] Langit #Be #GoAHead

Tetap saja jika Sang Maha Cinta tak berkehendak untuk kita, seperti apapun dan bagaimana pun kita menjaga CINTA maka CINTA itu akan menghilang. Terbang ke angkasa, seperti Kupu kupu yang terbang setelah ia me-metamorfosis-kan diri dari lilitan tubuh ulat. Maka pergilah, aku tak kan meredanya….

Tulisan diatas adalah QN ku di twitter hari ini dan tulisan di paragraf kedua adalah penjabarannya maksud QN itu. Ide menulis ini spontanitas saja, tak ada maksud apapun hehe

Nah, tadi lagi aseg aseg nya nulis eh laptop mati pas aku lihat jebul chargernya gak masuk walau nyolok. Kuurut lah si kabel charger dan ternyata ada satu kabel yang putus. Batterai laptop ku sudah soak jadi kudu sambil di charge kalau gak paling 20 menit udah drop.

Yo wes, diam sejenak sambil menghela nafas trus tutup laptop, masukin ke tas. Percuma bawa laptop hari ini karena gak bisa kepakai. Dari pada manyun dan ngedumel akhirnya maenan BB, ngegroup lagi deh sama sohib sohib. Karena aku sendiri udah lama gak ngegroup. Dan baru dua hari ini saja ngegroup.

Setelah puas puasan dan seru seruan bareng teman teman lama di group sekolah jadul semasa abu abu putih yang gila semua otomatis aku juga ikut gila hehehe. Yah lumayan lah buat ngisi waktu.

Dan dilanjut ke basa basi basi beneran nyapa kontak yang ada di list yang bener bener udah lama gak ngobrol. Ngobrollah aku sama satu teman.

Bla bla bla bla, ternyata dia sedang sakit. Aku kasih lah resep yang biasa aku pakai kalau sakit deman dan radang. Jawabannya dia “sekarang udah gak ada yang bantuin aku masak”. Kaget baca jawabannya dan pikiranku langsung ke kata “Cerai”. Aku sendiri tidak tahu kenapa langsung arahnya kesana padahal dia belum cerita soal percerainnya itu.

Dan bener ternyata dia sudah cerai. Hai Larassati…kemana saja kau neng? Hari gini baru tahu kalau teman kamu cerai? Katanya lo teman? Kok bisa gak tahu? Dan ini suara yang ada di hati aku, yang tiba tiba seperti memojokkan aku. Hai please deh, aku kan gak perlu tahu semua masalah orang. Cerai kek kawin kek itu urusan mereka, mereka yang rasain toh! Itu kata hati aku yang lain. Dalam hatiku memang sering ada pertengkaran sendiri bahkan kadang hati dan pikiran gak singkron. Alias beradu!! #CUT#😀

Aku tidak akan membahas soal temanku yang cerai itu. Yang pengen aku pertanyakan tapi entah pada siapa kudu bertanya. Mau nyari rumput bergoyang, mana ada dalam gedung rumput? Mau nyari cicak di tembok, si cicak kedinginan jadi ngumpet. Nanya ke tembok nya, bisa semakin gila aku karena bicara sendiri. Hehe

Mengapa perceraian itu harus ada? Bukannya dulu ingin menikah karena saling suka? Apakah dalam sebuah rumah tangga itu bisa menumbuhkan rasa bosan dan muak? Apakah ortu yang bercerai maka si anak juga kelak akan bercerai juga? Apa kiat kiat dalam rumah tangga supaya tidak mempunyai pikiran untuk bercerai? Karena aku sendiri tahu dalam rumah tangga pastilah ada pertengkaran. Dan aku pernah dikasih tahu kalau dalam pernikahan itu sangat dibutuhkan sebuah komitment tapi aku masih bingung, komitment yang bagaimana dan seperti apa sih? Entahlah!!

Aku memang belum menikah tapi mendengar kata cerai sudah berkali kali. Sahabat, teman, saudara hmmm cerai kawin cerai kawin berlalu lalang mengisi ruang otak dan ruang hati. Begitu saja. Alasan simpel “sudah gak cocok” “dia selingkuh” “dia nuntut ini itu” ah entahlah apalagi, kadang aku bingung kalau dijadikan tong sampah buat masalah masalah mereka tapi aku ini memang pendengar setia “pengakuan mereka mereka loh”🙂

Akhirnya pertanyaan itu hanya melayang tak karuan di ruang otakku yang mendingin oleh AC, dan kini kutangkap lagi kata kata yang melayang itu lalu kutulis disini. Aku sendiri belum tahu apa gunanya menulis kata kata itu disini. Barangkali aku bisa menemukan jawabannya. Yang entah kapan!!

“Bukankah lautan itu penuh dengan ombak, kawanku? Jika sang nahkoda bisa mengendalikan dan pelayar kapal bisa menyeimbangkan dengan kedua dayung kanan dan kiri, barangkali ombak tidak akan mudah menghancurkan meski ia menghantam dan terus menghantam. Tapi katamu, untuk itu semua tidak mudah jika satu dayung telah patah dan air tawar telah menyatu dengan air laut sedangkan marjan sudah tak semanis aslinya. Apakah berlayar dalam air keruh itu sungguh kenikmatan atau kenistaan?” Aku bungkam…

 

Salam Larassati!!
Tepian Kota Mimpi, 250213\18.00′

19 responses

  1. sering tuh daku kalu udah reuni tahu semua, ya perceraian ya anak meninggal ya istri sakit parah ya macammacam.. emang gitulah hidup..

    26/02/2013 pukul 7:56 pm

    • datang dan pergi yah mba tin kek larass neh yg datang dan pergi dari blog hehehehe

      27/02/2013 pukul 1:59 pm

  2. Wow .. pohonnya gede banget🙂
    nanti Insya Allah balik lagi setelah ketemu komentar yg tepat buat tulisan di atas *mikir mikir dulu*

    26/02/2013 pukul 9:56 pm

    • aku menunggu mba, karena ampe sekarang belum ada yg ngomentari soal cerai padahal aku butuh jawabannya😦

      27/02/2013 pukul 1:59 pm

  3. berbicara ombak dan nahkoda, tiba tiba berlayar di air tawar…..

    Terus terang, perlu waktu untuk merenung. Tapi suka baca.

    27/02/2013 pukul 7:31 am

    • 🙂 makasih pak Lambangm tidak perlu direnungkan…cukup beri penjelasan saja kenapa dalam sebuah rumah tangga yg dulunya menikah atas dasar cinta akhirnya bisa cerai juga, jawaban itu yg sedang aku butuhkan pak tp belum ada yg ngasih penjelasan😦

      27/02/2013 pukul 2:01 pm

      • tidak ada cinta sebelum akad nikah. Itu menurut saya….

        27/02/2013 pukul 8:19 pm

  4. Hidup selalu akrab dengan masalah ya mbak, bahkan sampai akhir hidup kita.🙂

    27/02/2013 pukul 8:12 am

    • tanggapan pak Heri soal kenapa harus ada perceraian gimana pak??

      27/02/2013 pukul 2:02 pm

      • Perceraian itu adalah jalan terakhir apabila semua jalan sudah ditempuh untuk mempersatukan dua manusia. Namun, tidak seharusnya ada perceraian jika niat awal menikah dilandasi niat yang mulia untuk mengikuti sunnah Rasul, menikah dan bertemu dalam mahligai rumah tangga karena Allah.

        27/02/2013 pukul 2:37 pm

      • kembali ke komitment itu berarti yah pak, makasih penjelasannya🙂

        27/02/2013 pukul 2:38 pm

      • kira2 seperti ibu mbak Laras. sama2 ya.🙂

        27/02/2013 pukul 3:53 pm

      • *itu ( seperti itu maksudnya🙂 )

        27/02/2013 pukul 3:54 pm

      • 😀

        27/02/2013 pukul 6:10 pm

  5. Ujian dan godaan orang yang sudah berumah tangga Ras. Satu pelajaran yang sangat berharga sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Tetap semangat Ras🙂

    27/02/2013 pukul 10:01 am

    • aku ndak bercerai mbaaa hehehe maksudku jawablah kenapa harus ada perceraian dan bagaimana kiat2nya supaya gak cerai hehe

      27/02/2013 pukul 2:02 pm

      • Udah aku jawab Ras, itu Ujian dan godaan jadi mesti dilawan dan dikekang nafsunya supaya tetep utuh.

        27/02/2013 pukul 2:10 pm

      • oh begitu makasih mba, jadi kembali ke diri kita sendiri yah..

        27/02/2013 pukul 2:13 pm

  6. kadang begitulah teman mba …sering juga aku jdi tonk sampah mslh2 tmn ku …seabreg masalahnya diceritain ampe lieur dengerinnya ….

    sedikit nambahin aja nih trus klo lu cerai gw musti bilang wiw gtu hihihihihi…..peace akh

    04/03/2013 pukul 12:23 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s