Laksmi…

shadow

Gadis itu bernama Laksmi. Gadis sederhana dengan paras yang bisa dibilang tidak cantik tapi menarik, tidak genit tapi mampu membuat para lelaki merasa tertarik.

Yang para lelaki kagumi dari Laksmi adalah senyum nya yang manis dan keramah tamahan yang bisa menumbuhkan kegairahan. Dia sendiri heran kenapa bisa begitu, seketika dia berani bertanya pada salah satu teman lelakinya. Padahal dia tidak berbuat lebih dari sekedar senyum dan sapa.

Sempat dia bertanya tanya sendiri, mengapa bisa begini?? Mengapa aku selalu menjadi objek caci maki para perempuan atau para istri yang kebetulan suaminya adalah temanku. Jawaban itu tidak pernah bisa dia temukan. Selalu menggantung. Seperti hatinya yang selalu menggantung di jendela hati kaum adam.

Pernah suatu hari dia bertanya tanya lagi pada dirinya sendiri, memang kebiasaan dia yang lebih mudah berbicara sendiri ketimbang harus berbicara dengan orang lain.  Apakah aku terlahir hanya sebagai perhiasan hati yang tak bisa termiliki? Jika pada masanya aku jatuh cinta selalu saja aku terkurung pada luka dan perpisahan. Selalu dan selalu. Dan lagi lagi jawaban itu hanya tertiup angin pantai dan tergulung ombak yang melandai.

Barangkali itu alasan dia kenapa dia enggan untuk memberikan hatinya utuh, karena dia tidak ingin lagi hatinya yang utuh kembali dalam keadaan terluka atau patah. Dia ingin hati nya tetap utuh. Selamanya utuh.

Pernah juga lain waktu, tiba tiba teman lelaki dimasa lampaunya datang menemuinya. Laksmi hanya berpikir bahwa kunjungan itu hanyalah sebatas silahturahmi saja antar teman yang sudah terpisah lama dan bertemu lagi setelah masuk dalam group sekolah seangkatan. Sekali bertemu biasa saja. Dua kali bertemu hanya sebatas lepas kangen. Tiga kali bertemu membicarakan soal bisnis yang akan dijalani berdua. Dan pada pertemuan kesekian kesekian kalinya, semua tidak ada yang tahu. Bahkan cicak cicak di dinding pun tak ada yang pernah tahu apa yang terjadi dengan mereka. Tapi tidak dengan Tuhan mereka.

Penyangkalan pun terjadi, alasan kuat bahwa mereka tidak melakukannya.

Dan memang kenyataannya, mereka tidak melakukan lebih dari sekedar ngopi, ngeteh dan berbincang soal bisnis dan kenangan masa lalu. Walau sesekali mereka pergi ke satu pantai hanya untuk menikmati senja. Menikmati senja saja!! Tapi siapa yang percaya?? Para perempuan diluar sana sudah menganggap bahwa Laksmi adalah penghancur rumah tangga orang.

Gelar baru bagi namanya  yang konon dulu ceritanya orang tuanya mengambil nama itu dari tokoh wayang bernama Laksmi, seorang perempuan molek dan cantik yang dipersunting oleh Dewa Wisnu. Dimana seharusnya sosok Dewi Laksmi adalah sosok perempuan yang mensejahterakan alamnya dan bersikap bijaksana dalam kehidupan. Kenyataan sebaliknya adalah dia sebagai penghancur rumah tangga orang sekalipun dia tidak melakukannya.

Saat itu yang ada dibenaknya hanya berteman dan berbisnis. Titik!!

Suatu hari,

Entah, setan apa yang sudah menjadi penghancur hubungan yang sedang mulai berkembang dari teman menjadi bisnis itu, akhirnya hubungan itu menghadirkan rasa kecewa juga. Terlebih bagi Laksmi.

Dia tersentak, ketika sang lelaki berani menawarkan diri untuk menjadi penjaga hatinya.

“Bagaimana dengan istrimu??”

“Dia kan tidak tahu dan sebisa mungkin jangan sampai tahu” Begitu kata lelaki itu.

“Gila!! Kamu sudah gila!!”

Tanpa malu dan tanpa beban lelaki mengutarakan keinginannya.

“Aku ingin merasakan tubuhmu. Seperti aku merasakan kehadiran sajak sajakmu yang kumaknai dalam hasratku. Tubuhmu adalah sajakmu yang belum pernah bisa aku resapi maknanya. Aku janji tidak akan menumbuhkan janin dalam rahimmu yang kau sucikan itu”

Semenjak senja itu dia memutuskan pertemanan dengan lelaki itu sedangkan bisnis yang sedang mereka kerjakan pun dia lepaskan begitu saja, tanpa dia meminta kembali modal yang sudah dia keluarkan. Baginya uang tidak perlu diselamatkan tapi hatinya harus dia selamatkan sebelum akhirnya hati itu akan kembali hancur, seperti yang sudah sudah.

Karena dia menyadari, bahwa hatinya mulai merasakan hanyut diantara gelombang laut yang pasang menuju tepian yang terjal.

Senja itu memang menjadi senja yang gelap dalam hidupnya. Tidak pernah dia merasa gelap yang menyesakkan dada sekalipun dia sering mengalami patah. Laksmi diam dan hanya mampu meneteskan airmatanya.

“Sehina inikah aku duhai Engkau Sang Raja Cinta diantara Cinta?? Serendah inikah harga diriku dimata para lelaki? Inikah karmaku atas semua sajak sajak yang kubuat?? Selalu beginikah akhir dari perjalanan kapal cintaku seperti yang tertulis dalam bait sajakku, dimana aku hanya melandai pada sebuah kapal cinta yang terombang ambing?? ”

Berjalan dia menyusuri bibir pantai, sekilas teringat akan sebuah sajak yang pernah menjadi hujatan para pembenci sajaknya. Dia tersenyum getir, mungkin memang sudah harus begini. Aku menjadi apa yang seperti aku tulis.

******************************************************

bibirku mengairah
jiwaku mengerah
dadaku merekah
sukmaku membuncah
naluriku mengeliat liat desah
aku pun pasrah

setubuhi aku, Tuan

pada setiap sepertiga malam

*****************************************************

Pada purnama aku menyimpan sebuah nama. Kekasih yang telah merobek-robek selaput daraku. Merobohkan keperawananku. Meluluhlantakkan kembaraku. Menghancurkan dinding-dinding keangkuhan jiwaku. Dan menjadikan aku permaesuri pada malam pertama perkawinan. Aku dan dia bersama-sama memapah lahir batin menuju puncak, mencari kepuasan, mendapati kenikmatan lalu mereda pada sebuah akhir kelelahan. Berbalut dalam kehangatan sayap-sayap Tuhan.

********************************************************

Salam Larassati!!

Tepian Kota Mimpi, 270213/17.00′

#Cerpen ini hanya imaginasi walau ada sedikit sentuhan kisah nyata, dimana bagian yang nyatanya?? hehe rahasia dan untuk penggalan dua puisi diatas adalah dua puisi ku yang berbeda, andai saja puisi itu dibaca secara utuh sebenanrnya maksudnya gak mengarah ke hal negatif tapi karena kecendurangan yang berbeda maka makna kata kata itu pasti berlainan satu sama lain😀

Btw terimakasih sudah mau baca cerpen ini, monggo di koreksi🙂

6 responses

  1. oh…. ada yah, lelaki penjaga hati. hehe…. kereeen

    27/02/2013 pukul 8:51 pm

    • hehehe itu kan bahasa imajinasi saja pak lambang😀

      28/02/2013 pukul 5:35 pm

  2. bagian mana mbak yang kisah nyata?? #kepo

    28/02/2013 pukul 8:37 am

  3. eh dari kisah nyata toh.. tapi mirip kisahku tuh suka dibilang penghancur rt orang.. halah..

    28/02/2013 pukul 9:57 am

    • iya ada sentuhan kisah nyatanya tp bukan kisah larass kok mba hehe ada seseorang lain😀

      28/02/2013 pukul 5:36 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s