#1 Perjalanan Refleksi Diri…

cincin

Memaknai perjalanan itu tidak sekedar jalan2 menghabiskan uang\mengisi kekosongan, buatku perjalanan itu sebuah refleksi diri #traveling

000——000

Sebuah perjalanan kali ini sungguh di luar duga, di luar rencana dan di luar kehendak tapi sungguh merasa mendesak dan terdesak.

Pada tanggal 11 September 2013, tiba tiba saja di tanganku ada sebuah tiket pesawat dengan tujuan Semarang. Tadinya aku pikir setelah sampai di kota itu aku bisa bertemu dengan teman-teman lama yang berada disana, tapi pada nyatanya karena memang semua di luar rencana alhasil aku tak bisa memaksakan kehendak diri untuk bertemu dengan mereka walau ada rasa ingin tapi kalau memang belum berjodoh maka tak bisa dipaksakan bagaimana pun caranya.

Ada rasa sesal sebenarnya, karena banyak teman yang menyayangkan kenapa aku tak jadi singgah disana dan malah memilih untuk terus melanjutkan perjalanan menuju kota yang pernah kuhabiskan selama tiga tahun. Iya, Jogjakarta.

Kota inilah yang akhirnya menjadi tujuan perjalananku dan sekali lagi perjalanan ini benar benar di luar rencana. Mengalir begitu saja, mengikuti arus sekenanya saja dan diam tenang di muara yang tak bisa diketahui seperti apa wujud dari sang muara itu.

Alhamdulillah, perjalanan lancar dari awal pemberangkatan dari Bekasi ke bandara Soeta hingga perjalanan sampai di Jogjakarta. Tak satu pun menemui kendala. Seperti air, benar benar mengalir mengikuti arus yang tenang. Coba saja bayangkan, Bekasi menuju Soeta biasanya bisa sampai 2-3 jam, saat ini hanya ditempuh 1,5 jam. Pesawat yang tidak delay dan juga bis Semarang menuju Jogjakarta yang tidak penuh, tidak sesak dan tidak macet. Semua benar benar lancar.

Perjalanan yang tak kurencakan tapi justru perjalanan yang bisa membuatku bahagia, merasa lepas dan sedikit puas menikmati setiap jengkal langkah yang sesekali terantuk batu kerikil berupa kenangan.

Kenangan itu tidak selamanya tentang luka dan airmata, ada kalanya kenangan itu bercerita tentang suka dan canda tawa.

Hal yang buat aku semakin menyadari akan makna perjalanan kali ini adalah yang biasanya hape ku selalu lowbatt kali ini walaupun hape lowbatt ada saja aku menemukan cara untuk membuat batterai hape itu tidak lowbatt. Kau tahu bagaimana caranya, tiba tiba teman sebangku dalam bis dimana orang itu adalah orang asing yang untuk pertama kalinya aku jumpa tapi justru dialah yang menjadi penolongku. Hanya bermodal senyuman. Memang benar kata orang tua dulu, senyum itu pembuka rejeki selain senyuman itu sebagai pembuka sebuah percakapan.

Iya, saya meminjam powerbank selama perjalanan bis dari Semarang menuju Jogjakarta. Subhanallah nikmat Tuhan mana yang aku dustakan? Berkali kali aku menggumamkan kata kata itu dalam hati dan mencoba menelaah lebih dalam lagi tentang makna kalimat itu. Maka nikmat Tuhan mana lagi yang aku dustakan?? Dimana dalam kesulitan selalu ada kemudahan, sesudah kesulitan pasti ada kemudahan. Bagi orang yang mau berusaha dan bertawakal pada sang Pencipta. Alam pun memberi jawabannya.

Sesampainya di Jogjakarta pun, sungguh sebuah kebahagiaan tak bisa lagi dieja dengan kata kata. Sekali lagi, semua benar benar di luar rencana. Mengalir begitu saja seperti air yang mengikuti arus.

Bertemu teman lama, bertemu orang orang yang pernah membantuku selama hidup di kota rantauan dulu, mendatangi tempat tempat yang pernah aku singgahi dan yang lebih menggembirakan adalah aku bisa bertemu dengan teman teman maya yang untuk pertama kalinya bertatap muka. Keberanian. Semua kejadian selama disana hanya keberanian yang aku butuhkan.

Aku, perempuan yang tak sempurna yang hanya senang berselancar di dunia maya dan enggan untuk bertatap muka kini harus memberanikan diri untuk menunjukkan jati diri. Siapa aku? Bagaimana aku? dan Seperti apa aku ini di mata mereka ketika berada di dunia nyata. Aku yang beda. Aku yang tak sama. Aku yang tak sempurna. Dengan segala resiko yang harus siap aku hadapi. Tidak semua maya itu nyata dan tidak semua yang nampak nyata itu benar benar nyata.

Alhamdulillah semua menerima apa adanya. Apa yang nampak itulah aku, apa yang terdengar itulah aku, apa yang terasa itulah aku. Aku yang beda. Sekali lagi, tidak semua maya itu nyata dan tidak semua yang nampak nyata itu benar benar nyata.

———————————————————

20130911-05406

Perjalanan yang tak terencana ini justru malah menjadi perjalanan yang menyenangkan walau pada kodratnya rasa senang itu tidak pernah bisa jauh dari rasa kecewa. Rasa rasa yang kurasakan tak selalu bicara tentang kebahagiaan, ada kalanya kecewa, marah dan merasa teracuhkan juga sempat singgah dalam perjalanan itu. Perjalanan yang ternyata memakan waktu selama  9 hari.

Perjalanan yang memaksa aku untuk lebih bisa memaknai apa arti dari sebuah perjalanan ini. Perjalanan tidak selalu tentang penghabisan materi atau sekedar pembunuh rasa yang terbawa dan tersimpan rapat di hati. Perjalanan adalah sebuah refleksi diri dimana kita memang sesekali memerlukan jejak lama untuk kita singgahi. Pada jejak yang masih tertinggal itulah kita bisa menemukan kembali kekuatan diri yang sedikit menghilang dari jiwa. Pada jejak yang masih tercium aroma kenangannya justru ia mampu menjadi penawar bagi sejuta rasa yang tercandu oleh luka.

Semua memang kembali pada pribadi masing masing. Dari sudut pandang mana kita bisa memahami arti perjalanan ini dan seperti apa kehendak kita yang tak bisa untuk menjadi, sementara hati merasa lebih bisa mengerti.

Aku sendiri menyadari, perjalanan ini adalah rencanaNYA yang benar benar di luar rencanaku. Perjalanan ini adalah cara DIA untuk menawarkan rasa yang menyesakkan dada yang terbawa dari Jakarta dan harus rela aku lepaskan di Jogjakarta agar sekembalinya aku tak lagi membawa rasa yang menyesakkan itu melainkan rasa yang membuat belahan kedua dadaku merasa bahagia, bahasa lainnya “plong”.

my trip

Tuhan lebih tahu apa yang aku butuhkan untuk membunuh rasa di dada daripada apa yang aku inginkan untuk membuat segala masalah punah dan terlupa. Tak ada masalah yang harus dihindari melainkan masalah itu harus kita hadapi. Masalah adalah jalan kita untuk merenungkan kembali apakah arah mata angin kita selama ini sudah pada jalannya atau masih saja tersesat? Masalah adalah jalan kita untuk membawa kembali berjalan menuju arah yang sebenarnya. Pada akhirnya perjalanan kita akan berakhir pada sebuah kata “pulang”.

Maka nikmat Tuhan mana yang selalu aku dustakan? Syukuri saja apa yang ada dan sepenuhnya percaya pada Tuhan bahwa diatas langit masih ada langit jadi untuk apa kita menyesali apa yang sudah terjadi, apalagi berkecil hati jika mimpi mimpi yang telah terukir hampir sempurna di bingkainya terpaksa terjatuh dan kembali mimpi mimpi itu berserakan tak karuan di trotoar jalan.

Aku kembali menelaah pada sebuah kalimat yang pernah aku tuliskan  “hidup hanyalah sebuah puzzle yang harus diselesaikan walaupun berkali kali kepingan puzzle itu berserakan. Puzzle itu perlu kembali untuk lebih dirapikan, kelak puzzle itu akan menjadi satu kesatuan yang utuh. Bersabarlah, hanya itu kuncinya” 

Salam Larassati!!

Tepian Kota Mimpi antara 4 kota “Jakarta, Semarang, Jogjakarta dan Pekalongan”

11-19 September 2013

 

7 responses

  1. Alhamdulillah Mba Laras abis ngebolang dengan selamat. Seringkali dlm sebuah perjalanan pikiran kita hanya berkutat dengan jadwal perjalanan, tiket2 dll tanpa mencoba merenung tentang keseluruhan arti perjalanan tersebut.

    03/10/2013 pukul 8:16 am

    • betul sekali Abi, dan sejujurnya pas saat ngebolang kemarin dana benar2 mepet tapi karena kebaikan semua teman perjalanan jadi lancar dan selamat🙂

      03/10/2013 pukul 1:14 pm

  2. wuih… perjalanan sarat makna… dan enjooooyyy banget ya…

    kalo buat yani traveling itu jadi sarana kontemplasi juga… sejenak berjarak dengan segala rutinitas….

    03/10/2013 pukul 10:03 am

    • sayang sekali gak mampir ke magelang yah😀

      03/10/2013 pukul 1:16 pm

      • lain kali, kalo yani pas selo juga…🙂

        04/10/2013 pukul 10:18 am

  3. banyak kejutan ya.. asik laras bahagia jalanjalan..

    03/10/2013 pukul 2:20 pm

    • alhamdulillah, sangat senang mba🙂

      makasih sudah membacanya mba….

      03/10/2013 pukul 3:03 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s