Apa yang sudah saya lakukan?

bendera

Saya menemukan foto ini di Yahoo. Keren yah??

Terus terang saja, saya merinding saat melihat dan menatap dalam foto itu. Setiap sudut saya pandangi benar-benar membuat aliran darah bergejolak seperti air yang mendidih diatas tungku panas.

Terbesit dalam pikiran saya, apa yang sudah saya berikan pada bangsa ini? bangsa yang kian hari nya kian carut marut dan semwrawut dengan sejuta kisah-kisah yang bersliweran.

Bangsa yang sepertinya sedang berada di ujung tanduk yang panas atau sedang berada di musim yang teramat gersang?

Saya teringat masa ABG saya, dulu ketika saya ingin naik gunung almarhumah ibu saya melarang. Alasannya simpel dan menurut saya kalau dinilai di jaman sekarang itu sebuah alasan yang tak masuk akal tapi apa boleh buat saya hanya seorang anak yang tak berani membantah apa yang dikatakan almarhumah ibu saya.

Barangkali beliau punya alasan yang kuat saat itu, saya tidak menyesalinya walaupun sering hingga sekarang saya terkadang suka iri kalau melihat teman-teman pecinta gunung yang berfoto ria di atas gunung sembari mengibarkan Bendera Sang Merah Putih. Saya hanya bisa gigit jari dan berkhayal andai saya dulu diijinkan mendaki mungkin saya juga akan mengibarkan bendera diatas puncak sana. Dan sekarang saya hanya ingin mendaki diatas tubuhmu #LOL

Ketika saya menatap foto diatas dan membaca keterangannnya, disana disebutkan ukuran 1000 meter dan berat 120 kilogram, hmmmm tak bisa saya bayangkan betapa beratnya beban yang mereka bawa itu. Tapi dengan semangat 45 mereka rela membawa beban seberat itu dan mengibarkannya saat hari Sumpah Pemuda. Luar biasa sekali perjuangan mereka.

Dan memang benar, hidup ini penuh dengan perjuangan. Perjuangan bangsa Indonesia belumlah usai, masih panjang. Terlebih perjuangan untuk memberantas para koruptor. Apakah untuk melakukan korupsi juga memerlukan perjuangan? Entahlah, saya heran saja para koruptor itu rata-rata orang yang sudah berduit dan harta yang mereka curi rata-rata hanya ditumpuk saja di rumah atau dialihkan dengan nama lain. Atas dasar apa? apa perlu dibelah kepala mereka dan dikorek-korek isi otak para koruptor itu? hehe #sadis

Mana mungkin yah, yang jelas-jelas dengan lantang bersumpah tetek bengek jika terbukti korupsi saja tetap saja diabaikan dan dianggap angin lalu kalaupun mereka di penjara paling-paling gak lama belum dipotong masa ini massa itu. Saya tidak bisa banyak berbuat apa-apa, hanya melihat berta-berita yang bersliweran tentang bangsa kita yang sekarang, belum lagi tentang sex yang kian semarak. Wooowww kalau di ibaratkan Bangsa Indonesia itu sebuah diskotik  hmmmmm pikir sendiri saja hehehehe yang jelas benar-benar WOOOOWWWWW😀

Sekarang yang ingin saya lakukan hanya satu hal, bagaimana caranya saya berjuang untuk bisa memasuki ruang hatimu😀

Ini hanya tulisan anak gendeng, jangan dianggap serius apalagi dianggap tidak waras karena dasarnya yang nulis ini diambang batas waras dan tidak waras hahaha eh tapi itu namanya seimbang toh, katanya kan hidup ini harus seimbang😀

 

Salam,

Larasati.

 

 

4 responses

  1. ayo berbakti pada bangsa ini.. paling tidak ga buang sampah sembarangan, ga mesti naik gunung sih ya..

    30/10/2013 pukul 4:07 pm

    • iya mba, buang sampah di tempat sampah tapi masih banyak ajah yg buang sembarangan, sering lihat di tol pada buang tiket tol seenaknya….

      31/10/2013 pukul 8:26 am

  2. Saya sudah begini, jadi tetap maksilmalkan yang ada😀

    31/10/2013 pukul 12:00 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s