Jejak Kata

Hati

Tuhan pembolak balik hatiku. Semoga tetap terjaga rasa di hati. Tentang cinta dan rindu yang tak kunjung berujung. Tentang airmata dan duka yang terseka senyuman. Tentang ingin dan tak ingin yang belum jua kutemukan sisa kepingan puzzle. Tentang aku, kamu dan mereka yang ingin kupeluk satu persatu tubuh itu. Tapi keangkuhan lebih menonjol dalam selimut kata-kata. Tentang aku dan dia yang kunanti. Tapi tak jua hati berlabuh pada dermaga ketulusan. 

Tuhan, jangan gelapkan hatiku pada kemilaunya dunia. Terangilah hatiku dengan cahaya surga. Mungkin, aku bisa menemukan jalan untuk mengapai hati seseorang. Yang ingin kupeluk.

Salam

Larassati.

Iklan

Nyanyian Hujan….

editan photoshape

editan photoshape

Hujan adalah irama termerdu yang selalu dirindu. (lebih…)


Hujan Kata…

hujan 300113

Adakah butiran air langit membawa serta gugusan kata kata? Dimana aku akhirnya bisa mengeja kata kata itu menjadi sebuah kalimat.

“Aku mencintaimu dengan caraku yang sederhana. Diam diam namun dalam rasa yang terpendam”

“Aku merinduimu (lebih…)


Kata Langit

Dan langit berkata
“Jangan sedih sebab di atas ku masih ada aku. Jika kau tak bisa menggapaiku maka lebih berusahalah untuk menggapai yang ada di atas ku. Dengan doa dan sabar sebagai kekuatanmu”

B-kasi, 101014


Satu Jalan…

menara bandara

Jalan mana pun akan selalu aku tempuh, untuk bisa menuju[H]….

Berkali-kali aku terjatuh

Berkali-kali aku menuju[H]

Tetap saja aku dan [K]amu tak pernah jauh

(lebih…)


Secangkir Kehidupan

563755_10201431048874513_235503559_n

Hidup seperti secangkir kopi. Kadang pahit kadang manis, tinggal bagaimana cara kita menyeduhnya dan bagaimana cara kita menikmatinya. Itulah yang dinamakan sebuah pilihan……

Dan aku telah memilih, Tuhan Semesta Alam. Penyeduh secangkir kehidupan yang semestinya aku dalam rasa menikmati pahit manisnya perjalanan.

B-kasi, 100914//20.14′


Kata dan Rasa

1920319_10202076192722706_1985559596_n

Aku memang egois. Dulu saat aku terpuruk dalam berjuta juta masalah, aku selalu menemuimu. Mencarimu bahkan menunggumu hanya untuk berkeluh kesah padamu.

Mungkin, kamu bosan denganku atau sedikit enggan atau apalah istilahnya tapi yang jelas aku tetap mencarimu dan selalu kamu ada walau hanya dalam diam.

Beberapa tahun berlalu, kabar yang kita punya berlalu tanpa ada kata dan rasa lagi. Menggalir begitu saja hingga setahun berlalu, aku tidak dalam keterpurukkan juga tidak dalam kebahagiaan berlimpah. Aku merasa datar datar saja. Hingga tanpa sadar aku melupakamu. Bahkan aku tak mengucapkan lebaran kemarin padamu lewat sms, karena, yang aku ingat kamu tak terlalu suka dengan ucapan selamat lebaran. Entah kenapa aku sedikit kurang paham dengan alasanmu.

Hanya saja dalam hati, aku ingin sms untuk menanyakan tentang istri mu yang sedang mengandung anakmu. Tapi selalu ada saja alasan yang entah lupa, pulsa habis, lowbatt, sudah terlalu malam dll. Sampai tadi pagi, aku menerima sms darimu.
Untung saja, balasan sms yang masih aku tulis segera kuurungkan niat untuk kukirim karena aku membaca sms kelanjutanmu yang memberi kabar tentang kepergian orang yang kamu cintai.

Tak banyak kata, sekedar ucapan bela sungkawa yang terdalam dari lubuk hatiku juga doa untuk ketabahan dan kekuatanmu menghadapi kematian orang tercintamu. Semoga Allah memberikan tempat terindah untuk bidadarimu.

Maafkan aku yang telah jauh dan hanya doa yang bisa aku berikan.

Teruntuk sahabat ku Musyaka, memang benar tak pernah ada yang abadi di dunia ini. Kita milik NYA dan kelak kita akan kembali pada NYA. Kita hanya perlu menunggu waktunya. Dan begitulah cara Tuhan mencintai kita. Aku yakin, kamu kuat.

Salam Larasati.

B-kasi, 200814