Posts tagged “puisi

Kata Langit

Dan langit berkata
“Jangan sedih sebab di atas ku masih ada aku. Jika kau tak bisa menggapaiku maka lebih berusahalah untuk menggapai yang ada di atas ku. Dengan doa dan sabar sebagai kekuatanmu”

B-kasi, 101014


Satu Jalan…

menara bandara

Jalan mana pun akan selalu aku tempuh, untuk bisa menuju[H]….

Berkali-kali aku terjatuh

Berkali-kali aku menuju[H]

Tetap saja aku dan [K]amu tak pernah jauh

(lebih…)


Secangkir Kehidupan

563755_10201431048874513_235503559_n

Hidup seperti secangkir kopi. Kadang pahit kadang manis, tinggal bagaimana cara kita menyeduhnya dan bagaimana cara kita menikmatinya. Itulah yang dinamakan sebuah pilihan……

Dan aku telah memilih, Tuhan Semesta Alam. Penyeduh secangkir kehidupan yang semestinya aku dalam rasa menikmati pahit manisnya perjalanan.

B-kasi, 100914//20.14′


Detik Waktu

1476425_10202055884655017_229709246_n

Begitu cepat waktu berlalu, tak pernah bisa kembali. Marhabban Ya Ramadhan. Maaf lahir batin. Semoga sampai pada kemenangan. amiiinnn


Bunga Mawar

16048_10202417724700792_6321811744683655670_n

Apa kabar Bunga Mawar?

Aku mengikuti pertumbuhanmu setiap hari karena aku ingin turut merasakan engkau tumbuh di sanubariku

Berpancarkan cahaya embun pagi dan berkabut temaram merah saga saat raga terasa lelah ingin segera merebah dalam dekapan malam

Aku mengikuti pertumbuhanmu sepanjang hari karena hadirmu adalah cinta bagi jiwa-jiwa yang diam-diam menyulam kerinduan pada tiap jejak-jejak Tu[H]an

Dalam tiap kelopak merah mawar, ada kepingan-kepingan janji yang Tu[H]an sembunyikan….

Salam.

Larassati!!

B-Kasi, 300114//12.25′


Menunggu [2]

senja redup

Seberapa lama pun kita menunggu, kalau yang kita tunggu tidak bisa datang kita tak bisa memaksanya untuk datang bukan? Tentu itu membuat hati kita kecewa karena sudah kadung menunggu tapi yang ditunggu tak datang, syukur-syukur kasih alasan tapi kalau tidak? Semua harus memakai hati untuk menerima arti sebuah menunggu. Jika hati diabaikan yang ada gemuruh dada rasanya bergejolak ingin meledak.

Begitu pula ketika kita menunggu senja di tepi pantai, terkadang (lebih…)


Menunggu…

mena

Belakangan ini, isi otak saya berisi tentang kematian. Saya sendiri juga heran mengapa dan ada apa. Selama ini saya menganggap mungkin semua karena sebuah perasaan kecewa saya pada sesuatu yang belum bisa saya raih alhasil isi otak saya cenderung pada sebuah kesedihan tapi ketika saya sedikit bisa mengesampingkan rasa kecewa saya, tetap saja bayangan kematian itu menghantui.

Sudah sebulan lebih, hampir setiap malam saya kurang nyenyak tidur. Padahal saya sudah mengurangi kopi di saat menjelang sore hari, *dulu selalu hampir sering menjelang sore saya minum kopi karena setiap malam memang saya sengaja begadang untuk menyelesaikan sebuah keinginan itu* dan kebiasaan saya minum kopi sekarang di pagi hari karena harus menahan kantuk yang amat berat.

Ketika malam datang, (lebih…)